Arah Baru Mazda 2026, Navigasi Strategis di Tengah Evolusi Pasar Otomotif Indonesia

News Yosi Setyo
Kamis, 18 Desember 2025 12:00:00
Istimewa

Rayakan Hari Pelanggan Nasional Mazda Perkenalkan Seluruh Edisi The New Mazda CX-3 Secara Serentak di Seluruh Jaringan Dealer di Indonesia

OtoHub.co - Memasuki penghujung tahun 2025, pasar otomotif Indonesia menunjukkan dinamika yang menuntut bukan hanya adaptasi, tetapi juga visi strategis yang lebih matang. 

Pergeseran permintaan dan perubahan kondisi pasar otomotif lokal membentuk pola baru yang kian kompleks.

Berdasarkan laporan Gaikindo pada Q3 tahun 2025 dan analisis pasar otomotif lokal oleh PwC Indonesia (2025), struktur permintaan konsumen terlihat bergeser.

Beberapa segmen melemah, sementara segmen lain menunjukkan ketahanan dan pertumbuhan. 

Fenomena ini mencerminkan perubahan preferensi konsumen Indonesia.

Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia, memberikan perspektif strategis mengenai kondisi tersebut.

Menurutnya, dinamika ini menegaskan bahwa keputusan pembelian kendaraan kini semakin multi-dimensional. 

Baca Juga:

Mazda Indonesia Gelar Progam Akhir Tahun, Beli Mobil Baru di 5 Mall di Jabodetabek Ini Banyak Untungnya

"Di Indonesia, sebagian besar orang masih menganggap mobil sebagai means of mobility, elemen penting dalam kehidupan sehari-hari. Di sisi lain, banyak orang juga melihat mobil sebagai cara untuk enrich the quality of life, sejalan dengan pemikiran Mazda bahwa the joy of driving may create the joy of living," ujar Ricky.

Istimewa

Ricky Thio, Chief Operating Officer PT Eurokars Motor Indonesia

Melihat hal tersebut, Mazda menilai bahwa perubahan preferensi konsumen berbicara mengenai dua hal utama, kebutuhan rasional dan aspirasi emosional.

Kondisi pasar pada Q3 tahun 2025 menunjukkan kompetisi yang semakin sehat. Di tengah perlambatan beberapa segmen, Mazda menjadi salah satu brand yang mampu menjaga stabilitas performa-nya. 

Ricky menambahkan, bahwa Mazda hanya mengalami penurunan 0,12% market share pada Oktober 2025, lebih rendah dibanding beberapa pabrikan Jepang lain yang terkoreksi 23%.

Pada level retail, kontraksi sebesar 39% hingga 44% terjadi pada beberapa brand kompetitor asal Jepang dan Eropa di segmen kendaraan premium.

Sementara Mazda berada di 29%, ditopang oleh performa stabil Mazda CX-5, Mazda CX-3, dan Mazda 3 Hatchback, line-up yang dikenal dengan keindahan desain dan karakter berkendara khas Mazda.

"Emotional appeal adalah kekuatan kami. Konsumen membeli bukan hanya karena logika, tetapi juga cinta terhadap desain dan kualitas produk Mazda," ungkap Ricky.

Untuk tahun 2026, Mazda melihat peluang pemulihan yang bertahap. Semester pertama diperkirakan masih stabil, sementara akselerasi pertumbuhan dapat terjadi pada semester kedua. 

Pemulihan ini memerlukan prasyarat seperti stabilitas sosial, birokrasi yang memudahkan, kompetisi industri yang positif, dan sinergi lintas ekosistem.

"Kurva daya beli diharapkan kembali naik. Dengan ekosistem yang sehat dan kolaboratif, industri ini akan menemukan momentum-nya," papar Ricky.

Untuk menjaga relevansi di tahun 2026, Mazda akan menerapkan strategi segmentasi yang lebih presisi, membidik konsumen yang mengutamakan kenyamanan berkendara, kebanggaan terhadap desain dari mobil yang dimiliki, serta menghargai nilai emosional dalam kepemilikan kendaraan. 

Istimewa

Mazda CX-80

Mazda juga memperkuat kapabilitas sales force agar lebih akurat mengidentifikasi karakter konsumennya.

Selain penyempurnaan strategi segmentasi, di tahun 2026 mendatang, Mazda juga akan meluncurkan beberapa model baru, mayoritas SUV, selaras dengan kebutuhan pasar Indonesia yang menekankan utilitas dan kenyamanan.

Tidak hanya itu, Mazda juga menunjukkan komitmen investasi jangka panjangnya melalui pembangunan Training Center baru untuk memperkuat ekosistem mulai dari penjualan hingga aftersales.

"Training Center ini adalah bukti investasi kami. Mazda hadir bukan hanya sebagai brand, tetapi sebagai ekosistem yang mendukung pengalaman pemilik dari awal hingga akhir," tegas Ricky.

Melihat dinamika pasar saat ini, Mazda menempatkan diri bukan sekadar sebagai pemain otomotif, tetapi pembawa filosofi dan pengalaman. 

Menggabungkan nilai rasional seperti TOC dan aftersales dengan emotional value lewat desain dan driving experience, Mazda membangun keseimbangan yang semakin relevan bagi konsumen Indonesia.

Mazda meyakini masa depan industri otomotif Indonesia adalah perpaduan antara logika dan rasa, didefinisikan melalui kualitas produk, desain yang memiliki jiwa, dan pengalaman berkendara yang menciptakan hubungan emosional kuat dengan pengendara.

Bagikan

Baca Artikel Asli