OtoHub.co - Theodorus Herutomo, pemilik Jaecoo J5 EV yang viral di media sosial, menghubungi dan menemui OtoHub.co kemarin (24/8).
Dalam pertemuan tersebut muncul rasa ketidakpuasan yang dialami Theo (panggilannya), karena masalah yang dialaminya beberapa hari yang lalu itu.
Berawal dari curahan hatinya di grup Facebook Jaecoo J5 EV Indonesia, pengalaman kelam tersebut membuka ruang diskusi publik mengenai ketahanan komponen kendaraan listrik (EV) serta penanganan layanan purna jual merek baru di Tanah Air.
Ceritanya, Theo bersama anaknya berkendara menuju Semarang melaju di jalan tol.
Sebelum sampai di Cirebon, Ia mendengar benturan keras "pletak" dari kolong mobil. Karena mobil tidak mengalami masalah, Theo bersama anaknya melanjutkan perjalanan.
Baca Juga:
Bikin Melongo! Aksi JAECOO J7 SHS-P SIVP Cari Parkir dan Jemput Pengemudi Sendiri di GIIAS 2026
Namun, saat berhenti di rest area Cirebon, saat mengecas baterai, ternyata kok nggak nambah-nambah dayanya masih di angka 80%.
Karena dirasa baterai masih cukup menuju Semarang, Theo memutuskan untuk kembali melanjutkan perjalanan, tapi sebelumnya anaknya memeriksa kolong mobil.
Dan di bawah mobilnya terdapat cairan berwarna hijau.

Pipa saluran pendingin baterai
Mobil masih baru kok ada cairan hijau ujar Theo kepada anaknya.
Nah, saat tetap memutuskan perjalanan dari rest area, kurang lebih 2-3 km mobil berjalan tiba-tiba tidak memiliki daya sama sekali, alias tidak bisa jalan.
Setelah mobil J5 diarahkan minggir ke bahu jalan, akhirnya muncul indikator 'kura-kura' di layar MID.
Singkat cerita, setelah didiagnosa di bengkel Jaecoo Semarang Puri Anjasmoro. Theo mengatakan, SA (Service Advidsor) bilang sama saya bahwa baterai harus diganti.
SA tersebut mengatakan bahwa ditemukan benturan pada bagian bawah yang menyebabkan komponen nepel (pipa saluran pendingin baterai) pecah.
Kerusakan pada komponen tersebut membuat pihak bengkel menyimpulkan bahwa seluruh paket baterai (battery pack) harus diganti secara utuh, dengan estimasi biaya mencapai Rp 195,5 juta.

Posisi baterai SUV listrik Jaecoo J5 EV
Theo melanjutkan ceritanya, setelah ramai atau viral permasalahan ini, pihak Jaecoo pusat akhirnya menghubunginya.
"Orang tekniknya bilang bahwa seharusnya tidak harus ganti baterai, Pak. Ini hanya pipa cooling kopelnya saja," ceritanya kepada OtoHub.co.
"Itu yang menjadi ganjalan saya sampai sekarang. Artinya, apa dua institusi yang dalam satu bagian, tapi tidak mempunyai kesimpulan yang sama, saya lebih percaya ATPM, tidak ganti baterai, itu tuntutan saya," tegas Theo.
Aftersales dan Warranty
Nah, selain masih ada ganjalan soal pergantian baterai, Theo juga mengungkapkan perihal layanan aftersales dan warranty.
"Terus terang saja, dari awal pihak ATPM Jaecoo tidak ada jawaban teknis yang sangat proper. Bahkan berdebat sama saya di lapangan pun, dia tidak bisa mendebat opini saya," kata Theo bersemangat.

Jaecoo J5 milik Theodorus Herutomo
Ia melanjutkan, dengan melihat fakta yang ada pada mobil J5 EV ini, saya berharap bahwa dari awal saya ditemui oleh pihak ATPM dengan baik. Tetapi saya tidak mendapatkan hal tersebut. Itu harapan dari saya.
Theo mengungkapkan fakta lainnya. "Sekarang soal warranty, harusnya peristiwa ini menjadi barang yang warranty. Sehingga uang asuransi penggantian baterai harus dikembalikan dan menjadi warranty ATPM.
Sekadar informasi, sebelumnya, baterai J5 EV miliknya telah diganti dengan yang baru oleh pihak asuransi.
Setelah itu, Theo juga berdiskusi dengan pihak aftersales-nya bahwa mobil ini mau di-cover sendiri dengan tambahan pelat yang benar-benar safety sebagai pelindung baterai. Namun, ternyata tidak boleh karena tidak masuk warranty.
"Jika pasang pelat sendiri, tidak di-warranty dan menggugurkan warranty," lanjut Theo.
Satu lagi, Theo mengungkapkan bahwa dari kejadian ini menjadi pembelajaran bagi pemilik J5 lainnya bahwa harus ada pengumuman dari ATPM. "Mobil Jaecoo J5 harus recall semua, pasang cover baterai yang proper, supaya ada safety-nya," tegasnya.
Gimana, setuju?
