Dari Sirkuit Pasar Sapi ke Panggung Dunia MotoGP, Lompatan Besar Veda Ega Pratama

Profile Yosi Setyo
Jumat, 27 Maret 2026 08:00:00
Kolase/Istimewa

Veda Ega Pratama kecil, sirkuit Non-Permanen Pasar Sapi Siyono dan podium Moto3

OtoHub.co - Dunia balap motor Indonesia tengah diramaikan oleh sosok remaja asal Gunungkidul, Yogyakarta, bernama Veda Ega Pratama. 

Nama pembalap berusia 17 tahun ini kini harum sebagai salah satu talenta paling menjanjikan yang berpotensi menembus kasta tertinggi balap motor dunia, MotoGP. 

Namun, siapa sangka kejayaannya dimulai dari sebuah tempat yang jauh dari kemewahan, dari kecil Veda panggilan akrabnya selalu berlatih sirkuit Non-Permanen bernama Pasar Sapi Siyono Harjo, Gunung Kidul Yogyakarta.

Baca Juga:

Di IIMS 2026 VP AHM Thomas Wijaya Menjawab Tentang Veda Ega Pratama

Lintasan Sederhana

Veda Ega Pratama tumbuh besar di lingkungan balap, Veda merupakan putra dari mantap pembalap Nasional yaitu Sudarmono yang sangat dikenal di ajang balapan nasional. 

Isitmewa

Sirkuit Non-Permanen Pasar Sapi Siyono Harjo, Gunung Kidul Yogyakarta

Mewarisi bakat ayahnya Veda kecil mengasah insting balapnya sejak usia dini. Di Gunungkidul, fasilitas balap sangat terbatas. Veda harus berlatih di pelataran Pasar Sapi Siyono Harjo. 

Di sana, ia meliuk-liuk di antara beton dan aspal seadanya, sering kali ditemani bau khas pasar dan debu jalanan. 

Tempat yang bagi banyak orang hanyalah lokasi transaksi ternak, bagi Veda adalah kawah candradimuka tempat ia membentuk mental baja.

Mengguncang Asia

Meskipun Veda latihan keras di Sirkuit Pasar Sapi itu, namun membuahkan hasil yang luar biasa.

Dari mulai balap nasional sampai Veda kecil masuk dan merupakan jebolan dari sekolah balap Astra Honda Racing School (AHRS). 

Sekedar informasi AHRS adalah wadah pembinaan balap motor muda yang diselenggarakan oleh Astra Honda untuk mencari talenta berbakat Indonesia sebelum melangkah ke jenjang internasional, seperti Asia Talent Cup, Red Bull Rookies Cup hingga ke Moto3.

AHM

Karier Veda dimulai dari program pembinaan Astra Honda Racing School (AHRS)

Istimewa

Dari sekolah balap Astra Honda Racing School Veda sampai naik podium Moto3

Dan akhirnya, Veda mulai mencuri perhatian dunia lewat ajang Asia Talent Cup (ATC). Pada musim 2023, Veda mencatatkan sejarah sebagai pembalap Indonesia pertama yang menjuarai Asia Talent Cup.

Ia bahkan memecahkan rekor poin terbanyak dalam satu musim di ajang tersebut, sebuah prestasi yang membuat para pencari bakat di Eropa mulai melirik namanya.

Pembalap yang memulai dari sirkuit Sapi tersebut, dikenal agresif namun tenang, Veda menunjukkan kematangan yang melampaui usianya saat berduel di tikungan-tikungan tajam sirkuit internasional seperti Motegi atau Sepang.

Gerbang MotoGP di Depan Mata

Langkah Veda tidak berhenti di Asia. Berkat performa gemilangnya, ia terpilih untuk berkompetisi di Red Bull MotoGP Rookies Cup dan FIM JuniorGP. Ini adalah "jalur tol" menuju kelas Moto3, Moto2, dan puncaknya, MotoGP.

Isitmewa

Gass terosss Veda... raih cita-citamu ke panggung balapan tertinggi kelas MotoGP

Veda bukan sekadar pembalap yang beruntung, ia adalah simbol bahwa keterbatasan fasilitas bukanlah penghalang. Dari deru mesin di pasar sapi, kini ia bersaing di sirkuit-sirkuit legendaris Eropa, membawa merah putih di pundaknya.

"Saya hanya ingin memberikan yang terbaik untuk Indonesia dan membuktikan bahwa anak daerah pun bisa bersaing di level dunia," ujar Veda Ega Pratama.

Josssgandosss Veda.. Gass Terosss...

Bagikan

Baca Artikel Asli