OtoHub.co - Harga BBM solar non-subsidi naik, mobil-mobil populer seperti Toyota Innova Reborn diesel, Toyota Fortuner dan Mitsubishi Pajero banyak yang dikandangin.
Yang menarik mobil lawas mulai dilirik, seperti Isuzu Panther dan Toyota Kijang Innova diesel generasi awal justru kembali jadi primadona.
Mesin sederhana, tahan solar murah, minim risiko servis mahal, itulah alasan kenapa mobil "tua" kini lebih badak (kuat) dan masuk akal saat ini.
Jika melihat kembali rival mobil diesel ini pertama kali muncul di tahun 2000-an. Keduanya idola konsumen MPV diesel dengan keunggulan masing-masing.
Minat terhadap minibus bermesin diesel lumayan tinggi. Sebabnya biaya perawatan murah yang menjadi daya tarik konsumen.
Baca Juga:
Indonesia Stop Impor Solar per 1 Juli 2026, Penggantinya Biodiesel B50 Buatan Lokal
Isuzu Panther LS Turbo mengusung mesin 2.5L Turbo Diesel (4JA1-L) berkapasitas 2.499 cc, mobil ini mampu menghasilkan tenaga 80 PS (78,9 dk) dan torsi maksimal 191,2 Nm/1.800 rpm. Tipe LS Turbo ini menggunakan transmisi manual 5-percepatan.
Sementara Toyota Kijang Innova Diesel V transmisi manual model pertama (20042008) dibekali mesin 2.5L 2KD-FTV D-4D Common Rail Turbo 4-silinder, menghasilkan tenaga 102 PS (100,6 dk) dan torsi 260 Nm.
Soal konsumsi bahan bakar solarnya, Innova diesel 1 liter bisa menempuh 15,5 km, sedangkan Isuzu Panther 1 liter hanya bisa menempuh jarak 14,7 km. Yaa beti lah ya..
Soal harga di laman mobkas, harga seken Isuzu Panther LS Turbo berkisar antara Rp 100 juta hingga Rp 170 jutaan per April 2026, tergantung model tahun dan kondisi kendaraan.
Sedangkan harga bekas Toyota Kijang Innova Diesel tipe V manual generasi pertama saat ini berkisar antara Rp120 juta hingga Rp175 juta, bergantung pada tahun perakitan dan kondisi unit.
Bagaimana, tertarik beli mobil diesel lawas lagi?
