OtoHub.co - Lagi dan lagi! Kasus pembelian mobil Wuling merugikan seorang nasabah yang mengunggah keluh kesahnya di media sosial (medsos) melalui akun @elhasyimahya.
Sebelumnya, kasus pembelian kendaraan Wuling Darion EV sempat mencuat setelah seorang konsumen asal Surabaya bernama Nensi mengadu kepada Wakil Wali Kota Surabaya, Cak Armuji.
Nensi mengungkapkan bahwa unit mobil listrik Wuling Darion EV yang dibeli secara lunas tak kunjung diserahkan meski dana telah ditransfer penuh ke rekening resmi PT Putra Perdana Indoniaga.
Kali ini agak berbeda, yakni kasus pembelian mobil Wuling Alvez dengan cara tukar tambah.
Kepercayaan konsumen kini diuji oleh oknum sales, diawali dengan kasus trade-in (tukar tambah) Wuling Alvez yang dialami oleh @elhasyimahya.
Baca Juga:
Viral Kasus Konsumen Darion EV di Dealer Surabaya, Wuling Motors Langsung Merespons
Kasus ini menjadi bukti nyata mengenai rentannya proses transaksi otomotif ketika oknum wiraniaga (sales) memanfaatkan celah dalam prosedur dealer resmi.
Jika menilik kronologi singkat dari curhatan @elhasyimahya itu, curhatan tersebut berawal dari pembelian unit baru Wuling Alvez melalui skema trade-in di salah satu dealer resmi Wuling, yaitu PT Maju Motor Global Ciputat.

Tangkapan layar IG @elhasyimahya
Singkat cerita, diawali dengan niat membeli mobil Wuling Eksion dengan model trade-in dengan Nissan Serena HWS 2018 oleh @elhasyimahya terjadi pada 29 April 2026.
Namun, pada 22 Juni 2026, calon konsumen bertemu dengan Khaerul di dealer Wuling untuk membatalkan rencana pembelian Wuling Eksion 2026 melalui pembiayaan MUF dan memilih Wuling Alvez CE 2026.
Setelah terjadi kesepakatan, @elhasyimahya menyerahkan kendaraan lamanya beserta sejumlah uang pelunasan dari harga Nissan Serena yang dibayarkan kepada pihak EDC dealer.
Setelah persyaratan dipenuhi dan mobil lama berpindah tangan, pengiriman unit baru Wuling Alvez terlaksana dengan lancar.
Setelah waktu berlalu, malah terjadi penagihan atas nama @elhasyimahya perihal mobil baru Alvez yang dibelinya secara trade-in dan dibayar secara cash.
Hal tersebut mengakibatkan konsumen beberapa kali mendapati penagihan, sampai membuatnya tidak nyaman.
"Saya hanya ingin menyampaikan apa yang saya alami dan mempertanyakan bagaimana pembiayaan Wuling Alvez CE 2026 dapat terbentuk atas nama saya, sementara saya tidak pernah memberikan persetujuan ulang untuk menjadikan kendaraan tersebut sebagai objek pembiayaan," curhatan @elhasyimahya di akun IG pribadinya.
Ia melanjutkan, "Saya memiliki dokumen dan bukti pendukung atas kronologi yang saya sampaikan dan siap menunjukkannya kepada pihak yang berkepentingan dalam proses penyelesaian."

Tangkapan layar IG @elhasyimahya
"Saya berharap pihak terkait dapat memberikan penjelasan yang transparan dan solusi yang jelas terhadap permasalahan ini. Saya tidak meminta publik untuk menentukan siapa yang benar atau salah," lanjutnya lagi.
"Saya hanya meminta masalah ini diselesaikan berdasarkan fakta, dokumen, dan proses yang semestinya," tegasnya lagi.
Oiya, dikolom komentar IG @elhasyimahya, pihak @wulingmotorsid sudah memberi balasan yang berbunyi: Halo Bapak @elhasyimahya, Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan terkait kendala transaksi yang dialami. Saat ini kami telah melakukan koordinasi dengan pihak yang terkait yaitu dealer dan leasing untuk penanganan selanjutnya. Terimakasih atas perhatian dan pengertiannya, Bapak.
Pelajaran penting untuk calon konsumen saat melakukan transaksi pembelian mobil baru maupun trade-in.
1. Transfer hanya ke rekening resmi dealer. Jangan pernah menyetorkan uang muka (DP) atau pelunasan ke rekening pribadi sales, melainkan ke rekening atas nama PT/Perusahaan Dealer Resmi.
2. Minta bukti pembayaran resmi, pastikan setiap pembayaran dilengkapi kuitansi berstempel/digital resmi dari dealer.
3. Konfirmasi status unit ke manajemen dealer. Jangan ragu mendatangi atau menghubungi pihak Branch Manager/Finance dealer untuk memastikan dana transaksi sudah tercatat di sistem pusat.
Halo Wuling!
