Kupas Teknologi Sasis Monokok Hyundai All New Santa Fe, Kunci Kenyamanan SUV Modern

Review Yosi Setyo
Minggu, 21 Juni 2026 08:00:00
Yosi Setyo/OtoHub.co

Test Drive All-New SANTA FE

OtoHub.co - Bagi banyak pengemudi Indonesia, setiap perjalanan menyimpan tantangannya sendiri.

Jalanan perkotaan yang padat dan tidak rata kerap memunculkan rasa tidak nyaman, sementara perjalanan luar kota yang panjang menuntut kendaraan tetap stabil meski membawa beban penuh. 

Di sisi lain, manuver di dalam kota seperti menikung, berpindah lajur, atau melewati jalan bergelombang seringkali membuat pengemudi merasa kurang percaya diri jika kendaraannya tidak memberikan fondasi yang cukup kuat. 

Hal itu disebabkan salah satunya dengan konstruksi sasis yang diusung sebuah kendaraan. 

Sebut saja Hyundai All New Santa Fe yang dilengkapi sasis monokok (monocoque chassis), dimana teknologi konstruksi kendaraan yang menjadi fondasi dari pengalaman berkendara lebih nyaman dan terkendali. 

Nah apa sih sasis monokok itu, lalu bagaimana cara kerjanya? Yuk kita bedah! 

Baca Juga:

DriVacation 2026 : Hyundai Santa Fe 1.6 Hybrid, Seenak Diesel?

Istilah monocoque berasal dari bahasa Prancis yang berarti "kulit keras tunggal" atau rangka tunggal.

Istimewa

Kabin Hyundai All-New SANTA FE

Berbeda dengan sasis konvensional yang memisahkan struktur rangka dan bodi kendaraan (sasis tangga atau ladder frame), sasis monokok menyatukan keduanya menjadi satu kesatuan yang saling menopang, dimana bodi kendaraan itu sendiri turut berfungsi sebagai sasis. 

Pendekatan konstruksi ini bukan sekadar pilihan teknis, melainkan sebuah pernyataan desain yang berpihak pada pengemudi. 

Seluruh jajaran kendaraan Hyundai, termasuk All New Santa Fe dibangun dengan konstruksi monocoque berstruktur rigid yang dirancang untuk mendistribusikan bobot secara lebih optimal ke seluruh badan kendaraan. 

Hasilnya adalah kendaraan yang lebih responsif, lebih stabil, dan lebih nyaman dikendarai, baik di tengah kota maupun di perjalanan jauh. 

Struktur rigid dari sasis monokok memungkinkan bobot kendaraan terdistribusi secara merata ke seluruh sisi. 

Ini berarti mobil tetap terasa solid dan terpijak dengan baik, baik saat melaju di jalan tol kecepatan tinggi, melewati jalan bergelombang, maupun saat menavigasi tikungan di jalur pegunungan. 

Billy Riestianto/OtoHub.co

Selama libur Lebaran Drivacation 2026 disupport Pertamax series dan oli Top 1

Mobil tidak mudah oleng, dan pengemudi dapat mempertahankan kendali dengan lebih mudah di berbagai kondisi medan. 

Salah satu tantangan yang sering dirasakan pengemudi SUV adalah gejala body roll, yaitu ayunan badan kendaraan ke satu sisi saat berbelok atau berpindah lajur. 

Sasis monokok pada Santa Fe secara aktif meredam gejala ini. Konstruksinya yang menyatu membuat respons kemudi lebih langsung dan presisi, sehingga pengemudi merasa lebih terhubung dengan jalan dan lebih percaya diri saat bermanuver. 

Peredaman getaran yang lebih baik adalah salah satu keunggulan nyata dari konstruksi monokok dibandingkan sasis konvensional. 

Bersama performa suspensi yang lebih optimal, Santa Fe mampu menyerap ketidakrataan jalan secara lebih efektif, menjadikan perjalanan jauh terasa lebih tenang dan tidak melelahkan, baik bagi pengemudi maupun seluruh penumpang. 

Karena sasis dan bodi menyatu dalam satu struktur, tidak diperlukan komponen rangka tambahan yang berat. Ini membuat bobot keseluruhan kendaraan lebih ringan, yang secara langsung berkontribusi pada efisiensi konsumsi bahan bakar. 

Selain itu, ruang yang biasanya digunakan untuk konstruksi sasis konvensional dapat dimanfaatkan untuk memperluas kabin, memberikan lebih banyak ruang bagi penumpang dan kenyamanan di dalam kendaraan. 

Bagikan

Baca Artikel Asli