Lebih Suka Suara Natural, Audio Plus Hadirkan Amplifier Murni Versi Terbaru

News Andhika Arthawijaya
Rabu, 19 Agustus 2026 09:00:00
Andhika A/OtoHub.co

Amplifier Crescendo Revolution 7A4 v2

OtoHub.co - Saat ini tren mendengar musik di dalam kabin kendaraan mengalami pergeseran. Penikmat car audio kini cenderung lebih suka mendengarkan suara yang lebih natural.

Nah, untuk memenuhi kebutuhan tersebut, beberapa produsen peranti car audio beralih untuk menghadirkan amplifier tanpa crossover atau DSP (Digital Sound Processor) internal.

Hal itu diungkapkan oleh CEO Audio Plus Group, Andreas Tjahjadi, dalam peluncuran amplifier seri flagship terbaru dari Crescendo, yakni Revolution 7A4 v2 (versi kedua), di kawasan Kebon Jeruk, Jakarta Barat (18/8/2026).

"Karena keberadaan fitur-fitur tadi ternyata justru mempengaruhi kualitas suara yang dihasilkan, kadang jadi terdistorsi, sehingga suara yang keluar ke speaker jadi tidak murni lagi," jelas Andreas.

Andhika A/OtoHub.co

Andreas Tjahjadi. Kebanyakan orang saat ini lebih menikmati suara audio yang natural

Bahkan tak hanya crossover atau DSP saja yang disingkirkan dari amplifier Crescendo Revolution 7A4 v2 ini, inverting module yang biasa digunakan untuk sistem bridge buat dihubungkan ke subwoofer, juga dihilangkan.

"Itu (inverting module) juga kita cabut, kita lakukan itu di bagian DSP (eksternal) supaya amplinya benar-benar murni amplifier," terangnya lagi.

Tak cukup sampai di situ, Andreas juga menambahkan switch untuk melakukan bypass pre amp langsung di DSP eksternal.

"Di amplifier itu biasanya ada pre amp, dan di DSP juga ada. Jadi sebenarnya kayak double pre amp. Bahkan di ampli sendiri pre amp stage-nya berlapis-lapis. Nah, makanya kita memberikan satu switch opsi untuk bypass sebagian dari pre amp tersebut, supaya suaranya lebih murni," jelas Andreas.

Andhika A/OtoHub.co

Penampakan komponen dalam amplifier Crescendo Revolution 7A4 v2

Oh iya, sekadar info, di dalam sistem audio mobil, amplifier tidak hanya bertugas memperbesar daya.

Tapi juga perlu menjaga detail, perubahan energi, dan karakter alami rekaman ketika bekerja di tengah keterbatasan ruang serta kompleksitas instalasi kendaraan.

Dengan kata lain, sebuah amplifier yang baik dapat meminimalkan karakter tambahan agar suara vokal terdengar lebih natural, transien instrumen terasa cepat, bass tetap terkontrol, dan panggung suara terbentuk secara stabil di dalam kabin.

Nah, atas dasar filosofi Zero Coloration itulah kata Andreas amplifier Crescendo Revolution 7A4 v2 ini dibuat.

Tentunya, selain tiga hal tadi (amplifier dirancang tanpa crossover atau DSP internal, inverting modul, dan opsi pre amp bypass), Andreas juga melakukan beberapa pembaruan pada amplifier yang menerapkan arsitektur Pure Amplification seharga Rp 20,3 jutaan ini. 

Antara lain pada Buffered VAS, yaitu bagian yang mengendalikan kerja transistor keluaran, dengan kemampuan arus hingga 400 kali lebih besar dibandingkan dengan generasi sebelumnya.

Andhika A/OtoHub.co

Bagian heatsink pada amplifier Crescendo Revolution 7A4 v2 dipindah ke samping

Kemudian dipadukan juga dengan transistor final ON Semiconductor MJW, di mana rancangan ini membantu amplifier merespons perubahan energi musik dengan cepat dan mengendalikan speaker secara stabil.

Sehingga membuat suara vokal jadi lebih fokus, transien yang tegas, serta bass yang tetap terkontrol, termasuk pada sistem dengan speaker kelas referensi.   

Hal itu terbukti dan teruji saat mengikuti kompetisi 2026 EMMA Eurofinal beberapa waktu lalu, amplifier Crescendo Revolution 7A4 v2 yang digunakan sebagai penguat daya utama pada sistem audio di delapan unit mobil yang dilombakan berhasil meraih piala.

"Kami tidak mengembangkan amplifier untuk menghasilkan kesan berlebihan dalam 5 menit pertama. Pertanyaan kami selalu sama, apakah musik tetap terasa natural, hidup, dan nyaman setelah didengarkan dalam perjalanan panjang? Pengukuran menjadi dasar, tetapi pengalaman mendengarkan menetukan keputusan akhir," pungkas Andreas.

Bagikan

Baca Artikel Asli