Misi Merah Putih Berkibar di Garis Finish, Perjalanan Pantang Menyerah Jeje di Dakar 2026

News Yosi Setyo
Sabtu, 17 Januari 2026 10:30:00
Istimewa

Tuntaskan Stage 12, Jeje Sah Menjadi Legenda Baru Indonesia di Rally Dakar

OtoHub.co - Setelah 14 tahun absennya wakil Indonesia di ajang reli paling ganas di dunia, Julian Johan atau yang akrab disapa Jeje, resmi membawa kembali bendera Merah Putih ke padang pasir Arab Saudi dalam Rally Dakar 2026. 

Bersama navigator berpengalaman asal Prancis, Mathieu Monplaisi, Jeje turun di kategori Dakar Classic dengan mengandalkan unit legendaris Toyota Land Cruiser 100.

Dari mulai perjalanan pertama setelah opening ceremony, Jeje melampaui target di Etape Pembuka.

Dimulai dari Kota Yanbu, Sejak Prologue hingga Stage 1, Jeje langsung menunjukkan taringnya.

Meski sempat mengalami kendala teknis kecil berupa ban pecah akibat adaptasi setir kiri, ia berhasil finis di posisi ke-6 kelas H.2 dan peringkat ke-11 overall grup Dakar Classic pada etape pertama.

Baca Juga:

Mengejar Mimpi di Pasir Rally Dakar 2026, Perjuangan Jeje dan Desertwolf Menuju Puncak

"Stage satu ini luar biasa! Baru terasa menu utama Dakar yang sesungguhnya dengan jarak 219 km yang penuh tantangan," ungkap Jeje saat itu.

Istimewa

Stage 1-5 menjadi tantangan awal JeJe menaklukkan trek rally dakar di Arab Saudi

Cerita berlanjut memasuki Stage 3 hingga Stage 5, tantangan sesungguhnya mulai muncul. Jeje harus menghadapi "badai debu" di Al Ula yang membatasi jarak pandang hingga ke titik ekstrem. 

"Tak hanya alam, kendala mekanis pun menguji kesabaran tim," ceritanya pada Stage 4 yang menempuh jarak 1.000 Km. 

Jadi sistem kopling mobil Land Cruiser 100 yang menjadi andalannya di event Dakar tahunan ini sempat mengalami kerusakan, namun berkat keahlian mekanik dan pengalaman balapnya yang digeluti bermacam-macam, bahkan juga sempet mengalami kendala teknis soal navigasi eror jadi sempet keluar jalur.

Namun dengan semangat juang Jeje berhasil tetap melaju ke stage berikutnya. Lanjut ke stage 6 dengan jarak 900 Km, yang dikenal sebagai etape maraton, Jeje dan Mathieu diuji secara fisik.

Medan gurun pasir yang naik-turun secara ekstrem membuatnya sempat mengalami kendala perut yaitu mual hebat, namun ia tetap berhasil menyentuh garis finis dan mengamankan posisi di paruh pertama balapan.

Istimewa

Performa pembalap dan mobil dijaga sampai garis finish setiap stage

Jeje mengakui bahwa latihan di Afrika sebelumnya sangat membantu, namun medan Arab Saudi tetap memberikan kejutan setiap harinya.

"Medannya sangat menipu. Ada pasir yang sangat lembut (soft dunes) yang bikin mobil hampir tegak lurus saat turun. Konsistensi navigasi dari Mathieu (navigator) adalah penyelamat saya di stage-stage kritis," ujar Jeje yang juga suami dari Diva S Allan ini.

Balap Rally Dakar yang membutuhkan stamina pembalap dan mobil saling sinergi, Jeje dan Mathieu bersama pembalap lainya diberi rehat satu hari.

Hasilnya performa Jeje justru semakin "menyala", pada Stage 7 dan 8, ia mulai mengubah strategi dengan lebih agresif namun tetap terukur.

Hasilnya luar biasa dengan bisa memperbaiki peringkat. Otohub sempat memberi semangat Jeje di story IG-nya dan dijawab langsung, "Terimakasih mas Yosi! Siapp," balas Jeje via DM.

Istimewa

JeJe sempat kelelahan di stage 4 dan 6, dengan perjalanan yang cukup panjang

Sepanjang Stage 10 hingga 12, Jeje mengaku sangat menahan diri. Fokusnya bukan lagi mengejar waktu gila-gilaan, melainkan memastikan Toyota Land Cruiser 100 miliknya tetap sehat.

"Di stage terakhir, tantangannya bukan soal kecepatan, tapi soal emosi. Saya harus sangat sabar, menjaga mesin dan kaki-kaki mobil agar tidak ada kesalahan konyol di kilometer terakhir," cerita Jeje, selepas menyelesaikan balapan stage.

Hingga Stage 12, Julian Johan terus menunjukkan bahwa kunci Dakar bukanlah sekadar kecepatan, melainkan ketahanan (endurance). Fokus utamanya tetap konsisten, menjaga kondisi mobil agar tetap utuh hingga garis finis akhir di Yanbu.

Dia menyebut bahwa mencapai garis finish di Stage 12 bukan sekadar menyelesaikan balapan, tapi menuntaskan janji pada dirinya sendiri saat kecil.

"Dulu cuma bisa nonton di TV dan baca majalah, sekarang bendera Merah Putih benar-benar berkibar di podium finish Dakar. Rasanya masih seperti mimpi," ujarnya.

Istimewa

Mimpi JeJe dari kecil menaklukkan balap terberat di dunia, Rally Dakar

Hingga etape ke-12 ini, posisi Jeje di kategori Dakar Classic tetap stabil di papan atas. Keberhasilannya melewati rintangan demi rintangan membawa harapan besar bagi masyarakat Indonesia untuk melihat pereli pertama dari tanah air yang berhasil menyelesaikan seluruh tahapan Rally Dakar.

Sampai stage 12 Jeje berada di posisi 10 besar klasemen (Peringkat ke-5), Jeje dan Mathieu masih menyisakan satu stage lagi yaitu ke-13 hingga finish.

"Terima kasih untuk seluruh dukungan dari Indonesia. Ini bukan cuma hasil kerja keras saya, tapi doa dari teman-teman di tanah air yang terus mengalir setiap kali saya merasa lelah di bivouac."

Kita tunggu merah putih berkibar di garish finis rally dakar 2026 Jee.. Semangat!

Bagikan

Baca Artikel Asli