OtoHub.co - Dalam video di Instagram @otohubdotco dan artikel di OtoHub.co, Theodorus Herutomo, pemilik Jaecoo J5 EV telah mengutarakan rasa ketidakpuasan dirinya terhadap dealer dan APM (Agen Pemegang Merek) Jaecoo.
Rasa ketidakpuasan yang dialami Theo (panggilannya), karena masalah yang dialaminya beberapa hari yang lalu itu.
Berawal dari curahan hatinya di grup Facebook Jaecoo J5 EV Indonesia, pengalaman kelam tersebut membuka ruang diskusi publik mengenai ketahanan komponen kendaraan listrik (EV) serta penanganan layanan purna jual merek baru di Tanah Air.
Nah, terkait penjelasan Theodorus Herutomo tersebut, APM Omoda Jaecoo Indonesia memberikan klarifikasi terkait unggahan yang menceritakan ketidakpuasan Theo terhadap pihak Jaecoo.

Theodorus Herutomo (Theo) pemilik SUV listrik Jaecoo J5 EV
Baca Juga:
Buntut Suara Pletak Jaecoo J5 EV Akhirnya Selesai, Tapi Pemilik Mobil Tidak Puas Karena Ini!
Berikut penjelasan lengkap dari OMODA Jaecoo :
Menindaklanjuti pernyataan kami sebelumnya terkait kasus JAECOO J5 EV, kami mendapati bahwa pelanggan masih memiliki pertanyaan dan kekhawatiran mengenai proses penanganan kasus ini.
Kami ingin melengkapi informasi tersebut untuk memberikan kejelasan mengenai proses yang telah dilakukan secara menyeluruh.
KRONOLOGI LENGKAP
Pada 22 Juli 2026, indikator turtle mode terlihat pada kendaraan JAECOO J5 EV milik pelanggan.
Pada 23 Juli 2026, pelanggan membawa kendaraannya ke Dealer JAECOO Semarang untuk dilakukan pemeriksaan. Teknisi dealer melakukan inspeksi dan menjelaskan kondisi kendaraan kepada pelanggan, termasuk menunjukkan battery protective cover dan area kerusakan yang ditemukan.
Berdasarkan hasil pemeriksaan teknis, kerusakan pada pipa pendingin (cooling pipe) menyebabkan kebocoran coolant pada sistem pendingin baterai. Komponen pipa dan konektornya terintegrasi di dalam battery pack dengan tingkat integrasi yang tinggi.
Oleh karena itu, penggantian pipa secara individual memerlukan pembukaan battery pack, yang dapat menimbulkan risiko terhadap integritas sistem baterai.
Dengan mempertimbangkan hal tersebut, penggantian battery pack assembly direkomendasikan sebagai langkah perbaikan yang tepat sesuai prosedur perbaikan.
Untuk memastikan komunikasi dan koordinasi dengan pelanggan berjalan secara efektif dan efisien, pada 24 Juli, Dealer JAECOO Semarang membuat grup komunikasi melalui WhatsApp yang melibatkan pelanggan dan pihak terkait untuk memudahkan penyampaian informasi mengenai proses penanganan kendaraan.
Pada hari yang sama, Dealer JAECOO Semarang juga berkoordinasi dengan perusahaan asuransi untuk melakukan proses klaim dan pemeriksaan lebih lanjut terhadap kendaraan pelanggan, yang kemudian dijadwalkan pada 25 Juli 2026.
Setelah melalui pemeriksaan oleh pihak asuransi, kerusakan pada kendaraan diketahui berkaitan dengan kejadian benturan yang terjadi sebelumnya.
Kemudian pelanggan menyetujui proses penggantian battery pack assembly melalui mekanisme klaim asuransi sehingga pelanggan tidak dibebankan biaya apapun. Surat perintah kerja (SPK) dari asuransi kemudian terbit pada tanggal 5 Agustus.
Kami juga ingin menyampaikan bahwa proses perbaikan kendaraan telah selesai pada 18 Agustus 2026.
Kendaraan telah diserahterimakan kembali kepada pelanggan pada 19 Agustus 2026 setelah dilakukan road test dan ditandai dengan penandatanganan dokumen perbaikan kendaraan, tanda terima serah terima kendaraan, surat puas dari asuransi.
Terkait dengan penambahan cover pada bagian bawah kendaraan, kami ingin mengklarifikasi bahwa hal tersebut tidak secara otomatis membatalkan garansi baterai.
Garansi baterai tetap berlaku sesuai dengan ketentuan dan cakupan garansi yang berlaku, khususnya untuk permasalahan atau kerusakan yang berasal dari komponen baterai itu sendiri.
Namun, setiap penambahan atau modifikasi pada kendaraan tetap perlu mempertimbangkan aspek teknis dan keselamatan kendaraan.
Sepanjang penanganan kasus ini, JAECOO Indonesia berupaya hadir dan mendampingi pelanggan kami secara langsung.
Bapak Bayu Agus Mustofa, selaku Head of After Sales JAECOO Indonesia sekaligus representatif OMODA JAECOO Indonesia, telah menemui dan berkomunikasi langsung dengan pelanggan.
Baik di JAECOO Dealer Karawaci (Jakarta) maupun di JAECOO Dealer Semarang, untuk mendengarkan masukan pelanggan serta memberikan penjelasan yang jelas mengenai kondisi kendaraan dan proses penyelesaiannya.
Komunikasi dan koordinasi tersebut terus dilakukan sejak proses pemeriksaan dan perbaikan hingga setelah kendaraan diserahterimakan kembali kepada pelanggan.
JAECOO Indonesia tetap berkomitmen menjaga standar keselamatan, kualitas, dan layanan purnajual yang tinggi, dan akan terus membuka ruang komunikasi dengan pelanggan untuk hal-hal yang masih perlu didiskusikan.
Terima kasih atas pengertian dan kepercayaan yang diberikan.
Manajemen OMODA JAECOO Indonesia
