Penjualan Mobil LCGC Menurun, Ini Penyebabnya

News Yosi Setyo
Rabu, 17 Juni 2026 11:59:02
Toyota

Jualan Toyota Calya sebagai jenis LCGC mengalami penurunan penjualan

OtoHub.co - Pasar otomotif nasional, khususnya segmen Low Cost Green Car (LCGC), mengalami penurunan penjualan. 

Berdasarkan data Gaikindo Mei 2026 Penjualan mobil LCGC Toyota Calya laku 2.785 unit, kalah dengan Toyota Kijang Innova (Reborn dan Zenix) terjual 6.658 unit dan pada segmen EV Jaecco  J5 terjual 2.943 unit.

"Segmen dari LCGC ini sebenarnya masih luas yaa," buka, Anton Jimmi Suwandy, Chief Executive Auto2000, saat bertemu OtoHub beberapa waktu yang lalu.

Ia menambahkan, Cuman memang dengan kondisi ekonomi global saat ini, ada impacnya terhadap ekonomi dalam negeri. Karena pada segmen mobil LCGC ini sebagian besar pembelian masih dengan kredit.

Baca Juga:

Kompetisi City Car Bakal Memanas, Toyota Agya, Honda Brio dan Suzuki Fronx Punya Lawan BYD Seagull

"Saya masih konfiden market LCGC masih berkembang, dan berharap model kredit lebih menarik bagaimana bisa memberikan paket-paket kredit, apakah dp ringan atau bunga ringan," imbuh Anton.

Mobil EV Dilirik
 
Segmen LCGC bisa dibilang selama bertahun-tahun menjadi tulang punggung penjualan mobil di Indonesia karena harganya yang terjangkau ini, kini mulai menunjukkan tanda-tanda jenuh dan tekanan dari berbagai faktor eksternal.

Aries Aditya/OtoHub.co

Jaecoo J5 EV temani wisata kuliner dalam DriVacation 2026

Pertama soal biaya kepemilikan, meski harga unit awal tetap kompetitif, kenaikan biaya operasional hariantermasuk penyesuaian harga bahan bakar non-subsidi dan biaya perawatanmembuat calon pembeli lebih selektif.

Ini yang menarik, beberapa konsumen kelas menengah kini mulai melirik mobil bekas dari segmen yang lebih tinggi (upper-entry level) atau mobil listrik (EV) murah yang mulai membanjiri pasar. 

Fitur keamanan dan kenyamanan yang lebih modern pada mobil non-LCGC menjadi daya tarik yang sulit ditandingi oleh model-model LCGC standar.

Masih banyak lembaga pembiayaan (leasing) terlihat lebih berhati-hati dalam menyetujui kredit, terutama bagi segmen pembeli pertama (first-time buyers) yang biasanya mendominasi pasar LCGC. Kondisi ekonomi makro yang dinamis membuat standar kelayakan kredit menjadi lebih ketat.

Terakhir, banyak model LCGC yang saat ini beredar di pasar modelnya itu-itu saja yang mengakibatkan jenuh. Lalu kurangnya penyegaran fitur atau perubahan desain yang drastis membuat konsumen menunda pembelian dan menunggu inovasi baru yang lebih segar.

Bagikan

Baca Artikel Asli