OtoHub.co - Di tengah fluktuasi harga bahan bakar, para mitra pengemudi ride-hailing di Indonesia semakin mempertimbangkan model sewa kendaraan listrik yang menawarkan biaya operasional lebih rendah serta pendapatan yang lebih stabil dan dapat diprediksi.
Di kota-kota besar seperti Jakarta, Surabaya, dan Bandung, pengemudi ride-hailing umumnya menghabiskan waktu berjam-jam di jalan dengan kondisi lalu lintas yang padat.
Dalam kondisi tersebut, pendapatan harian sangat dipengaruhi oleh margin yang relatif kecil.
Ketika harga bahan bakar berfluktuasi, ketidakpastian terhadap pendapatan pun semakin meningkat.
Nah yang menarik adalah pengalaman yang diceritakan seorang pengemudi yang enggan disebutkan namanya yang berdomisili di Jakarta.
Ia mengatakan setelah bertahun-tahun bekerja, biaya bahan bakar selalu menjadi perhatian utama.
Baca Juga:
Pabrik Vinfast di Subang Jawa Barat Diresmikan, Target Agresif TKDN hingga 80% di 2030
Dalam beberapa situasi, biaya pengisian bahan bakar di awal perjalanan dapat memangkas pendapatan secara signifikan di akhir hari.
Keinginan untuk beralih ke kendaraan listrik sebenarnya sudah muncul sejak lama, terutama setelah mendengar bahwa biaya pengisian daya jauh lebih hemat.

VinFast Berkolaborasi dengan Lima Mitra Strategis untuk Memperkuat Layanan Purna Jual Kendaraan Listrik di Indonesia
Namun, tingginya biaya awal untuk membeli kendaraan listrik masih menjadi kendala bagi banyak pengemudi untuk beralih.
Alhasil pada suatu hari, ketika sedang menunggu pesanan berikutnya, ia menemukan sebuah unggahan di media sosial yang menjelaskan model sewa baru yang dirancang khusus untuk mitra pengemudi ride-hailing.
Menariknya lagi dengan konsep sederhana, alih-alih membeli kendaraan, pengemudi dapat menyewa mobil listrik untuk kebutuhan operasional dengan tarif mulai dari Rp 312.500 per hari di Indonesia.
Yang menjadi daya tarik utama adalah fleksibilitasnya. Pengemudi dapat langsung mulai bekerja tanpa perlu mengeluarkan biaya awal yang besar, sekaligus lebih mudah mengatur pengeluaran harian.
Model ini merupakan bagian dari inisiatif VinFast yang terus memperluas kehadirannya di Indonesia. Perusahaan ini menghadirkan berbagai lini kendaraan listrik berbasis baterai sekaligus berinvestasi dalam pengembangan infrastruktur pengisian daya di berbagai kota.
Hitung-hitungannya seperti ini, bagi pengemudi yang menempuh jarak 200 hingga 300 kilometer per hari, yang umum terjadi di kota besar seperti Jakarta dengan tingkat kemacetan tinggi, total jarak tempuh bulanan dapat mencapai 6.000 hingga km.

Tampak samping VinFast Limo Green
Dengan kendaraan berbahan bakar bensin, biaya bahan bakar bisa mencapai jutaan rupiah per bulan, tergantung pada kondisi mengemudinya.
Sebaliknya, kendaraan listrik seperti Herio Green yang dikembangkan dari platform VF 5 mampu menempuh jarak lebih dari 300 kilometer dalam sekali pengisian daya, cukup untuk mendukung operasional harian di area perkotaan.
Pengisian cepat dari 10% hingga 70% hanya memerlukan waktu sekitar 30 menit, sehingga dapat dilakukan saat waktu istirahat tanpa mengganggu produktivitas pengemudi.
Dari sisi finansial, perbedaan biaya operasional antara kendaraan bensin dan listrik cukup signifikan.
Meski belum semua pengemudi siap untuk segera beralih, kombinasi biaya awal yang lebih ringan, pengeluaran harian yang lebih terprediksi, serta dukungan infrastruktur yang terus berkembang secara bertahap mulai mengubah cara pandang para pengemudi ride-hailing terhadap penghasilan dan masa depan mereka.
