OtoHub.co - VinFast kini tengah mentransformasi jaringan dealernya di Indonesia menjadi pusat mobilitas terpadu yang mengintegrasikan layanan penjualan, pembiayaan, hingga opsi penyewaan.
Meski transisi kendaraan listrik di Indonesia masih berada pada tahap awal, sinyal pertumbuhannya semakin jelas. Ketertarikan mulai meningkat, meskipun pertanyaan yang muncul masih lebih banyak dibandingkan keputusan pembelian.
Di pasar dengan infrastruktur pengisian daya yang terus berkembang serta tingkat pemahaman publik terhadap kepemilikan kendaraan listrik yang masih terbatas, dealer memegang peran penting sebagai pusat edukasi.
Baca Juga:
Sewa Rp 312.500 per hari, VinFast Ubah Cara Kerja Mitra Pengemudi di Indonesia
Di sinilah, melalui test drive dan konsultasi langsung, adopsi mulai terbentuk.
Konsumen datang dengan berbagai pertimbangan praktis, mulai dari daya jelajah di kondisi lalu lintas Jakarta hingga perbandingan biaya listrik dan bahan bakar, yang erat kaitannya dengan rutinitas harian, termasuk bagi pengemudi transportasi daring yang bergantung pada stabilitas pendapatan.

Booth Vinfast di IIMS 2026
"Dealer yang selama ini bersifat transaksional perlu berevolusi menjadi pusat edukasi dan dukungan," ujar Managing Director J.D. Power dalam konteks Amerika Utara, sebuah perspektif yang semakin relevan di Indonesia.
Dengan pendekatan yang berfokus pada pelanggan, VinFast merespons hal ini melalui transformasi pengalaman showroom.
Konsumen diarahkan untuk memahami skenario pengisian daya menggunakan peta lokal, sementara staf menjelaskan perbedaan antara pengisian di rumah dan penggunaan jaringan fast charging publik.
Interaksi yang sebelumnya berfokus pada transaksi kini berkembang menjadi sesi konsultasi. "Pembeli saat ini membutuhkan pendamping, ibarat EV Sherpa, yang dapat membantu mereka memahami berbagai aspek baru dalam kepemilikan kendaraan listrik," ujar JD Ney.
Peran inilah yang semakin diharapkan dari para dealer, termasuk VinFast, seiring percepatan transisi Indonesia menuju mobilitas listrik.
