OtoHub.co - Bicara soal mesin diesel, teknologi ini telah menjadi tulang punggung industri global. Dari mesin penggerak truk logistik, alat berat pertambangan, hingga kapal kargo raksasa, ketangguhan dan efisiensi torsi diesel hampir tak tergantikan.
Karena punya identik mesin bandel dan torsi besar, mesin diesel merambah ke mobil penumpang yang saat ini telah menjadi simbol perpaduan antara tenaga, kenyamanan, dan efisiensi.
Dengan torsi yang impresif untuk penggunaan di jalan raya dan efisiensi yang membantu menekan biaya operasional, tidak mengherankan jika mesin diesel tetap menjadi primadona bagi pemilik SUV, MPV, hingga mobil double cabin.
Selama perawatan dilakukan dengan disiplin, mesin diesel adalah mitra berkendara yang sangat andal untuk berbagai kondisi jalan.
Baca Juga:
Namun, di tengah gempuran transisi energi menuju netralitas karbon, muncul satu pertanyaan besar. Bagaimana nasib diesel di masa depan?
Menurut Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia, produksi diesel dari GWM bukan reaksi terhadap pasar. Tapi ini eksekusi dari strategi yang direncanakan dan disesuaikan dengan kebutuhan pasar di tiap negara.
"Di Indonesia sejak pertengahan 2025 sampai 2026 mobil bermesin diesel menunjukan permintaan yang positif," tegas Bagus pada acara Forum Sidkom 2026 bertema Mobil Diesel Masa Kini dan Nanti yang digelar di Hotel Ibis Sunter, Jakarta Utara (27/6).

Bagus Susanto, CEO Inchcape GWM Indonesia
Bahkan, kata Bagus, mobil dengan teknologi mesin diesel diminati di Indonesia. "Dari data komposisi penjualan Januari hingga Mei 2026, permintaan mobil diesel mendominasi, 67% mesin diesel, 21% BEV dan hybrid 12%, lanjutnya.

Yagimin, Chief Marketing Auto2000
"Pasar mobil diesel di kawasan non-Jawa (Sumatera dan Kalimantan) tumbuh jadi 34% di 2025 dan di Jawa jadi 23,1%. Image mesin diesel tenaga besar, tangguh di berbagai medan, efisien untuk jarak jauh, dan daya angkut dan ketahanan operasional masih melekat di konsumen luar Jawa," tegas Yagimin.
Kelebihan mesin diesel yang lain, kata Yagimin, adalah perawatannya mudah dan resale valuenya pun bagus. Ke depannya teknologi diesel harus semakin bersih dan mesin lama mulai tergantikan oleh modern diesel.
Nasib Mobil Bekas Diesel?
Ricky Prawiro, Sekjen AMBI (Asosiasi Mobil Bekas Indonesia) mengeaxskan, jangan pesimis, pasar mobil diesel bekas masih tetap bagus.
"Minat diesel adanya penurunan sejak BBM diesel penurunan yang lumayan, terutama mobil-mobil di atas Rp 500 juta," ungkap Ricky.

Ricky Prawiro, Sekjen AMBI
"Di showroom mobil bekas Hobi Mobil, Bogor, depresiasi Fortuner 26% dibanding harga baru setelah kenaikan bahan bakar. Depresiasi Mitsubishi Pajero sampai 33,15%. Hyundai Palisede depresiasi 21,5%," ujar Ricky.
So, dengan kondisi harga BBM Solar Non-Subsidi yang masih naik turun ini, stigma mesin diesel yang "berisik, berasap, dan lamban" telah sepenuhnya berubah.
Mesin diesel modern untuk mobil penumpang (passenger car) telah berevolusi menjadi teknologi yang canggih, bertenaga, dan jauh lebih ramah lingkungan.
Bagi banyak pengguna, mesin diesel kini menjadi pilihan utama karena kombinasi unik antara torsi besar dan efisiensi bahan bakar yang sulit ditandingi oleh mesin bensin konvensional.
