OtoHub.co - Ada yang menarik saat OtoHub.co jajal Toyota Veloz Q Hybrid CVT TSS Modelista dalam ajang DriVacation 2026 kemarin.
Low MPV pertama yang mengusung teknologi hybrid ini, ternyata lebih efektif menekan konsumsi bahan bakar, justru bukan saat cruising di jalan bebas hambatan.
Hal itu kami buktikan saat uji mobil 7 penumpang seharga Rp 390 juta OTR Jakarta (varian tertinggi) ini dari Depok - Merak PP baru-baru ini.
Meski sudah sering berkendara secara eco driving, kami hanya bisa menorehkan angka konsumsi BBM antara 25,9 - 26,1 km/liter.
Baca Juga:
Segini Konsumsi BBM Toyota Veloz Hybrid Luar Kota Vs Dalam Kota
Nah kehadiran Toyota New Veloz Hybrid EV membuat kendaraan elektrifikasi (xEV) khususnya mobil hybrid semakin diminati masyarakat.
Dengan harga lebih bersahabat, makin banyak kalangan dapat menikmati benefit Hybrid EV khususnya urusan irit bensin dan rendah emisi.

Baterai Toyota New Veloz Hybrid ada di bawah kedua jok penumpang depan
"Seiring kehadiran New Veloz Hybrid EV, AutoFamily perlu memahami teknologi pada mobil hybrid Toyota. Salah satunya adalah baterai sebagai energi untuk menggerakkan motor listrik. Baterai tegangan tinggi ini menjadi salah satu komponen penting pada Hybrid EV Toyota agar lebih hemat bensin dan rendah emisi," kata Nur Imansyah Tara, Marketing Division Head Auto2000 (3/4/2026).
Seperti apa sih keunggulan baterai New Veloz Hybrid EV, yuks kita bedah satu persatu.
Jenis Baterai
Toyota New Veloz Hybrid EV menggunakan baterai lithium-ion kompak berkapasitas sekitar 0,7 kW untuk menghasilkan tenaga 80 PS pada motor listrik.
Baterai tegangan tinggi ini meningkatkan efisiensi bahan bakar sekitar 40% dibandingkan Veloz bensin yang dibuktikan dengan konsumsi bensin seirit 28,9 km/liter.
Lokasi Baterai
Toyota menempatkan baterai hybrid pada MPV Keluarga ini di bawah jok penumpang depan.
Sehingga tidak mengurangi area kabin dan bagasi dan menjaga titik keseimbangan bobot kendaraan.
Lokasinya mirip dengan baterai milik New Kijang Innova Zenix Hybrid EV yang sudah terbukti keandalannya.
Self Charging System
Salah satu keunggulan Hybrid EV adalah kemampuan isi ulang baterai secara otomatis sehingga tidak dibutuhkan fasilitas charging spot.
Hal ini jelas mempermudah mobilitas pelanggan sampai daerah terpencil sekalipun karena tidak perlu khawatir daya baterai habis.

Cara kerja sistem Hybrid Toyota Veloz
Masih Ada Aki Kecil
Hybrid EV Toyota tetap memakai aki kecil atau auxiliary battery.
Tugasnya menyuplai daya listrik ke sistem kelistrikan tegangan rendah 12 Volt, seperti lampu, sistem audio, klakson, dan komponen elektronik lainnya, termasuk Electronic Control Unit (ECU).
Dan suplai daya listrik berasal dari motor generator.
Aki kecil ini tetap membutuhkan perawatan rutin supaya tidak soak yang membuat mesin bensin tidak dapat dinyalakan.
Jangan Tutup Kisi Udara Pendingin Baterai
Terdapat kisi-kisi di sisi penutup baterai Toyota New Veloz Hybrid EV untuk menyalurkan udara sebagai pendinginnya.
Berkaca dari Toyota New Kijang Innova Zenix Hybrid EV, banyak penggunanya yang menutup kisi udara tersebut sehingga sistem pendingin terganggu.
Jangan pernah menutup kisi udara supaya baterai tidak overheat dan tahan lama.

Toyota Veloz Hybrid
Garansi Baterai Hybrid dan Aki Kecil
Sesuai kebijakan prinsipal, Auto2000 memberikan garansi sesuai syarat dan ketentuan yang berlaku, yakni aki kecil mendapat warranty (garansi) selama 1 tahun atau 20.000 km, mana yang tercapai terlebih dahulu.
Sedangkan untuk baterai hybrid memiliki masa warranty selama 8 tahun atau 160.000 km, mana yang tercapai terlebih dahulu.
Panaskan Mesin Jika Mobil Ditinggal Lama
Katakanlah dalam rangka libur panjang, AutoFamily meninggalkan mobil hybrid di rumah selama sekitar 1 minggu. Sebaiknya tetap ada orang yang standby untuk memanaskan mesin setidaknya setelah 3 hari ditinggal supaya daya aki kecil terisi dan oli mesin bersirkulasi.
Pastikan sudah mengetahui prosedur menyalakan mesin secara manual yang bisa ditanyakan kepada service advisor bengkel Auto2000.
Isi Ulang Baterai Hybrid Tidak Sampai Penuh
"Jangan khawatir jika melihat indikator pengisian High Vlotage Battery Hybrid tidak sampai 100%. Sebenarnya hal tersebut normal karena battery hybrid didesain tidak bisa terisi 100%," jelas Sapta Nugraha, Kepala Bengkel Auto2000 Cilandak, Jaksel.
"Kondisi ini diperlukan untuk menjaga keawetan baterai (battery health) dan ada ruang pengisian saat kendaraan melakukan regenerative braking (pengereman), deselerasi (lepas pedal gas), dan berkendara di jalan menurun," ujar Sapta.
Mobil Tidak Bisa Berjalan Ketika Motor Listrik Mati
Sapta lanjut menjelaskan, saat motor listrik mati atau rusak, kendaraan hybrid sama sekali tidak bisa dijalankan karena untuk menghidupkan mesin menggunakan daya dari motor listrik (MG1).
Anda tidak perlu kawatir, karena layanan darurat Emergency Roadside Assistant (ERA) siap membantu AutoFamily selama 24/7 jika amit-amit hal ini terjadi.
