Pahami Sistem Pengereman Forward Collision Mitigation, Gimana Cara Kerja dan Fungsinya?

Review Yosi Setyo
Jumat, 19 Juni 2026 19:07:20
Istimewa

Mengenal Lebih Dekat Fitur Anti-Tabrakan: Forward Collision Mitigation

OtoHub.co - Saat Berkendara dengan mobil tentu keselamatan selalu jadi prioritas utama, terutama di tengah kondisi lalu lintas yang padat dan dinamis. 

Nah yang menarik mobil-mobil baru semisal Mitsubishi Motors, menghadirkan teknologi keselamatan aktif bernama Forward Collision Mitigation (FCM) untuk membantu pengemudi mengurangi risiko tabrakan depan. 

Lalu, bagaimana sebenarnya cara kerja FCM? Apa saja ketentuannya? Simak penjelasan lengkapnya berikut ini.

Forward Collision Mitigation (FCM) adalah fitur keselamatan aktif yang dirancang untuk mendeteksi potensi tabrakan dari depan dan memberikan peringatan dini kepada pengemudi. 

Baca Juga:

Update Harga Mitsubishi Xforce, Varian Tertinggi Dijejali Fitur Keselamatan Lengkap

Bahkan ketika pengemudi tidak respons, sistem dapat secara otomatis melakukan pengereman untuk mengurangi dampak atau bahkan mencegah terjadinya tabrakan.

Yosi Setyo/OtoHub

Fitur Forward Collision Mitigation mengurangi resiko tabrak depan

Fitur ini bisa berdiri sendiri maupun merupakan bagian dari rangkaian teknologi keselamatan Mitsubishi Motors bernama Diamond Sense yang terdapat pada beberapa model mobil penumpang terbaru. 

Model seperti Pajero Sport tipe Dakar Ultimate, Xpander tipe Ultimate, Xpander Cross, Xforce, serta Destinator dilengkapi oleh teknologi ini.

Manfaat FCM dalam berkendara sehari-hari akan sangat membantu dalam berbagai kondisi, seperti lalu lintas macet stop and go, perjalanan dalam kota dengan jarak kendaraan rapat, situasi pengemudi kurang responsif akibat kelelahan, dan bisa mencegah kecelakaan akibat keterlambatan reaksi.  

Dengan adanya FCM, pengemudi mendapatkan lapisan perlindungan tambahan yang meningkatkan rasa aman dan percaya diri.

Cara Kerja FCM (Forward Collision Mitigation)

FCM bekerja dengan mengandalkan sensor radar dan kamera yang terpasang di bagian depan mobil, biasanya pada grille dan bagian atas kaca depan. Berikut alur kerjanya:

1. Deteksi Objek di Depan. Sensor FCM secara aktif memantau kondisi jalan dan mendeteksi kendaraan, sepeda motor, atau objek lain di depan mobil.

Istimewa

Test teknologi keselmatan Mitsubishi Motors Safety Sensing

2. Peringatan Dini. Jika sistem mendeteksi jarak yang terlalu dekat dan berpotensi menyebabkan tabrakan, FCM akan mulai beraksi dan memberikan peringatan visual di panel instrumen dan peringatan suara agar pengemudi segera bereaksi.

3. Pengereman Otomatis. Apabila pengemudi tidak melakukan pengereman atau manuver penghindaran, FCM akan mengaktifkan rem secara otomatis untuk mengurangi kecepatan atau menghentikan kendaraan, mengadaptasikan aksi sesuai situasi.

4. Mitigasi Dampak Tabrakan. Pada kondisi tertentu, meski tabrakan tidak sepenuhnya bisa dihindari, FCM tetap membantu mengurangi tingkat keparahan benturan.

Ketentuan dan Batasan FCM

Nah ini yang mesti di perhatikan ya gess, meski canggih, FCM memiliki beberapa ketentuan dan keterbatasan yang penting dipahami sebagai berikut:

1. FCM bekerja optimal pada kecepatan tertentu, umumnya di kecepatan rendah hingga menengah (tergantung model     kendaraan).

2. Sistem bisa saja jadi kurang akurat ketika kondisi tertentu seperti saat hujan deras, kabut tebal, atau ketika kamera/radar tertutup kotoran.

Aries Aditya/OtoHub.co

Jajal fitur Mitsubishi Motors Safety Sensing

3. FCM bukan pengganti kewaspadaan pengemudi, melainkan sistem pendukung keselamatan.

4. Objek yang sangat kecil, diam total, atau bergerak tidak wajar bisa saja tidak terdeteksi secara sempurna.

5. Pengemudi tetap wajib menjaga jarak aman dan fokus saat berkendara.

Forward Collision Mitigation dengan cara kerja yang berbasis sensor pintar, sistem peringatan, dan pengereman otomatis, FCM menjadi solusi keselamatan modern yang relevan dengan kondisi jalan saat ini.

Meski demikian, FCM tetap harus digunakan sebagai pendukung, bukan pengganti kewaspadaan dan kontrol penuh dari pengemudi. Kombinasi teknologi canggih dan kesadaran berkendara adalah kunci utama keselamatan.

Bagikan

Baca Artikel Asli