OtoHub.co - Setelah insentif impor mobil listrik distop, Pemerintah kini mengeluarkan kebijakan baru soal konversi motor bensin ke motor listrik.
Jadi Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengumumkan pembentukan satuan tugas (Satgas) percepatan implementasi energi baru dan terbarukan (6/3).
Tim ini dibentuk setelah rapat terbatas dengan Presiden RI Prabowo Subianto.
"Kami baru selesai melakukan rapat terbatas dengan presiden yang pembahasannya lebih pada implementasi energi bersih dan terbarukan, termasuk kaitannya dengan percepatan kit konversi dari kendaraan bermotor kita yang 120 juta memakai bensin, kita coba bertahap konversi ke motor listrik," kata Bahlil dikutip dari video Youtube Sekretariat Presiden.
Baca Juga:
Segini Harga Motor Listrik Tyranno di Surabaya, Bisa Tempuh 110 Km Sekali Cas
Bahlil menjelaskan, rapat tersebut membahas percepatan implementasi energi bersih, termasuk konversi sepeda motor berbahan bakar bensin menjadi motor listrik.

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia memaparkan rencana konversi energi motor konvensional ke listrik
Ia mengatakan, presiden ingin implementasi program tersebut dilakukan dalam waktu yang tidak lama.
Bahkan target percepatan yang disampaikan maksimal dalam tiga hingga empat tahun.
Selain itu, pemerintah juga menyiapkan skema bantuan untuk mendorong konversi motor bensin ke motor listrik.
"Sekarang kan sudah ada teknologinya yang lebih murah, mungkin sekitar Rp 56 juta dan itu akan diupaya pemerintah hadir dalam mengurangi beban mereka dalam konversi," ujar Bahlil.
Ia menambahkan, bentuk dukungan pemerintah kemungkinan berupa insentif atau subsidi.
Namun formulanya masih akan dibahas oleh satgas yang baru dibentuk. "Semacam begitu (subsidi) tapi nanti kita cari formulasinya yang baik. Satgas kan baru dibentuk, diumumkan hari ini," kata Bahlil.
Estimasi Biaya Konversi Motor Listrik
Jika menilik ke belakang, konversi motor listrik ini sejatinya sudah dilakukan sejak tahun 2021 yang digagas oleh Kementrian ESDM.

Motor listrik Honda BeAT, garapan bengkel BRT
Nah singkat cerita, OtoHub pernah menyambangi Bintang Racing Team (BRT) yang lebih dikenal sebagai produsen spare part racing, yang mencoba merambah ke bisnis konversi motor listrik.
Nah motor yang di oprek yaitu Honda BeAT listrik jadi prototipe pertamanya.
Honda BeAT listrik hasil konversi ini dilengkapi sejumlah part yang dirancang sendiri oleh BRT, mulai dari dinamo, Electronic Control Unit (ECU), e-throttle body hingga sejumlah komponen elektrikal lainnya.
Komponen motor listrik seperti yang tersemat di Honda BeAT listrik garapan BRT tersebut, bisa dibeli konsumen dalam satu paket konversi.
Menurut Owner BRT, Tomy Huang, waktu kami temui mengatakan pihaknya baru akan melayani permintaan konversi motor listrik mulai pertengahan Desember 2022.

Baterai Honda BeAT, garapan bengkel BRT diletakkan di bagasi
Ia menambahkan, untuk estimasi biaya konversi motor listrik di BRT, mulai Rp 7,5 juta dan itu masih di luar pembelian baterainya.
"Biaya kit konversi kami Rp 7,5 juta untuk motor basic 110 cc dengan dinamo 2 kW, penjualan baterai terpisah. Tapi kalau pakai motor 3 kW hingga 5 kW, selisihnya nanti enggak akan jauh sekitar Rp 1 jutaan saja," ungkap Tomy.
Nah yang menjadi catatan adalah, biaya tersebut belum termasuk pengurusan surat-surat kendaraan.
Sekadar informasi, Honda BeAT listrik garapan BRT dilengkapi baterai 72 Volt 25 Ah yang diklaim mampu menempuh jarak 50-60 kilometer.
Untuk baterainya, BRT biasanya menggunakan model yang dipakai motor listrik Gesits atau brand baterai Birubatt.
Nah kira-kira spare partnya lebih murah nggak ya sekarang atau masih sama?
