OtoHub.co - Pada tahap awal (Fase 1), VinFast telah menginvestasikan lebih dari USD 300 juta. Secara keseluruhan, pabrik VinFast di Subang dikembangkan secara bertahap dengan total nilai investasi yang direncanakan mencapai lebih dari USD 1 miliar.
"Pabrik ini merupakan jangkar strategis yang mencerminkan kepercayaan besar VinFast terhadap Indonesia sebagai "rumah kedua" sekaligus calon episentrum transformasi mobilitas listrik di Asia Tenggara," ujar, CEO VinFast Indonesia, Kariyanto Hardjosoemarto, saat opening ceremony pabrik di Suabng Jawa Barat, (15/12).
Ditanya soal model apa saja yang akan diproduksi di pabrik Subang, dan apakah ada rencana produksi baterai secara lokal?
Baca Juga:
Pabrik VinFast Subang Seluas 171 Hektare, Total Investasi Lebih dari Rp 4,8 Triliun
"Pabrik VinFast di Subang dirancang untuk merakit kendaraan listrik setir kanan yang disesuaikan khusus dengan kebutuhan pasar Indonesia. Pada tahap awal, model yang akan diproduksi meliputi VF 3, VF 5, VF 6, dan VF 7," imbuh Kerry, panggilan akrabnya.
Masih kata Kerry, ke depan, fasilitas ini juga dipersiapkan untuk mendukung lini produk baru, termasuk MPV listrik dan sepeda motor listrik.

Pabrik Vinfast di Subang, Jawa Barat
"Pada 2026, fokus utama kami adalah memperkuat posisi VinFast secara signifikan di pasar Indonesia. Kami akan menghadirkan model EV baru, baik mobil maupun sepeda motor listrik, yang dikembangkan khusus sesuai kebutuhan konsumen lokal," ungkap pria ramah ini.
Sedangkan soal baterai, kata Kerry, saat ini, pabrik Subang berfungsi sebagai fasilitas perakitan dan belum memproduksi baterai.
Secara paralel, VinFast akan mempercepat ekspansi jaringan retail nasional bersama V-Green dan GSM,
"Kami juga akan memperluas infrastruktur pengisian daya serta layanan mobilitas guna mendukung adopsi EV yang lebih luas," tukarnya.

Yosi Setyo

















