Rekam Jejak 1,5 Abad TÜV Rheinland, Standar Keamanan Global untuk Masa Depan Hijau

Review Yosi Setyo
Jumat, 23 Januari 2026 08:00:00
Yosi Setyo/OtoHub.co

TÜV Rheinland Indonesia dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) Sepakat Mendukung Industri Otomotif Indonesia

OtoHub.co - Ada yang menarik dari kolaborasi TUV Rheinland Indonesia dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau VTCC (Vehicle Testing and Certification Center).

Jadi penandatanganan nota kesepahaman antara TUV Rheinland Indonesia dan BPLJSKB yang dilakukan di Proving Ground BPLJSKB di Cibitung, Bekasi (15/1/2026).

Kepala BPLJSKB,Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr, mengatakan, "Kenapa kita memilih TUV Rheinland, kita tahu TUV Rheinland merupakan perusahaan yang sudah skalanya internasional." 

Ia melanjutkan, selain sebagai perusahaan internasional, dan punya otoritas, dan juga punya standar atau metode teknologi yang sudah diakurasi internasional. 

"Baik itu dari pengujian komponen, pengujian whole vehicle, dan semuanya kan inspection, dan sertifikasi juga TUV sudah diakui secara Internasional," tegasnya.

Baca Juga:

Kolaborasi TV Rheinland dan BPLJSKB, Sinergi Baru Tingkatkan Sertifikasi Keselamatan Otomotif Nasional

"TUV juga merupakan salah satu tecnical service, dan kita juga, dengan itu kita dari VTCC yang memiliki fasilitas lengkap sangat menyambut kerjasama ini," ujar Tri Bowo Leksono. 

TUV  Rheinland Hadir 150 tahun

Sekedar informasi, sejak tahun 1872, misi TUV  Rheinland telah terfokus pada penciptaan teknologi yang aman bagi manusia dan lingkungan. 

Awalnya dimulai sebagai asosiasi regional untuk pemantauan ketel uap, peran kami telah berkembang menjadi penyedia layanan pengujian global yang melibatkan segala jenis teknologi, mulai dari mesin uap hingga digitalisasi. 

Istimewa

Salah satu contoh uji layak kendaraan yang dilakukan oleh TUV Rheinland

Selama lebih dari 150 tahun, TUV  Rheinland telah memastikan keamanan dan kualitas di hampir semua sektor bisnis dan aspek kehidupan.

Komitmen bersama ini mencerminkan solidaritas lebih dari 20.000 karyawan kami, yang bersama-sama menghasilkan pendapatan tahunan sebesar 2 miliar euro. 

Para ahli TUV  Rheinland   tersebar di seluruh dunia, menguji sistem dan produk teknis, mendukung inovasi dalam teknologi dan bisnis, melatih individu dalam berbagai profesi, dan mensertifikasi sistem manajemen sesuai dengan standar internasional. 

Dengan memastikan keamanan dan keberlanjutan, kami juga berkontribusi pada pembentukan masa depan yang lebih baik. 

Istimewa

Stefan Heuer, Senior Vice President Mobility Asia Pasific TUV Rheinland

Sejak tahun 2006, TUV  Rheinland menjadi anggota United Nations Global Compact, menunjukkan komitmen untuk keberlanjutan yang lebih baik dan perlawanan terhadap korupsi.

Perkuat Standar Keselamatan Otomotif di Indonesia

Nah selama beberapa dekade terakhir, Indonesia telah muncul sebagai salah satu pusat manufaktur OEM otomotif dengan pertumbuhan tercepat di kawasan ini. 

Dengan permintaan domestik yang kuat dan meningkatnya minat global, Asia Tenggara telah menjadi mata rantai vital dalam rantai pasokan otomotif global. 

Namun, yang paling menarik adalah transformasi yang kita saksikan, dari yang dikenal terutama sebagai basis manufaktur, Asia Tenggara kini berkembang menjadi pusat inovasi, penelitian, dan pengembangan.

"Kemitraan ini bukan hanya simbol kolaborasi, tetapi juga komitmen untuk membentuk masa depan industri otomotif di Indonesia dan di seluruh Asia Tenggara," beber Senior Vice President Mobility Asia Pasific TUV Rheinland, Stefan Heuer.

Yosi Setyo/OtoHub.co

Kepala BPLJSKB, Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr

Dengan membangun dan memperkuat fasilitas pengujian nasional, kita menciptakan infrastruktur yang dibutuhkan untuk mendukung R&D tingkat lanjut, memastikan kepatuhan terhadap standar internasional, dan mendorong inovasi. 

Fasilitas tersebut tidak hanya akan meningkatkan keamanan dan kualitas produk, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif bagi Indonesia dan kawasan ini membantu produsen lokal bersaing secara global dan menarik investasi lebih lanjut.

"TUV dan VTCC Indonesia meletakkan fondasi bagi ekosistem otomotif yang lebih dinamis, inovatif, dan kompetitif. Kolaborasi ini akan memberdayakan industri untuk bergerak melampaui jalur perakitan dan memasuki ranah desain mutakhir, rekayasa, dan solusi mobilitas berkelanjutan," tukas Stefan Heuer.

Bagikan

Baca Artikel Asli