OtoHub.co - Saat membeli mobil, salah satu yang jadi perhatian masyarakat sekarang adalah bagaimana kelaikan komponen keselamatan dari sebuah kendaraan bermotor.
Nah gayung bersambut nih, jadi awal tahun 2026, TV Rheinland Indonesia dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau VTCC (Vehicle Testing and Certification Center) sepakat menjalin kerja sama strategis untuk meningkatkan faktor keselamatan dari kendaraan bermotor di Indonesia.
Ditandai dengan penandatanganan nota kesepahaman antara TV Rheinland Indonesia dan BPLJSKB yang dilakukan di Proving Ground BPLJSKB di Cibitung, Bekasi (15/1/2026).
Penandatangan dilakukan oleh Nyoman Susila selaku Presiden Direktur TV Rheinland Indonesia bersama Iman Sukandar, MT Selaku Kepala BPLJSKB yang diwakili Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr selaku Kepala Seksi Pelayanan BPLJSKB dan Pelaksana Harian Kepala BPLJSKB.
Baca Juga:
Terbukti Aman, All-new Hyundai NEXO Raih Lima Bintang Uji Tabrak Euro NCAP
Turut menemani, Senior Vice President Mobility Asia Pasific TV Rheinland - Stefan Heuer, Local Field Manager TV Rheinland Indonesia - Michael Deakin serta Kepala Sub-bagian Keuangan dan Tata Usaha BPLJSKB - S. Aang Amin Abidin, S.T, M.MTr.

Sah! Kerjasama antara TUV Rheinland Indonesia dan Balai Pengujian Laik Jalan dan Sertifikasi Kendaraan Bermotor (BPLJSKB) atau VTCC (Vehicle Testing and Certification Center)
Kemitraan ini bukan hanya simbol kolaborasi, tetapi juga komitmen untuk membentuk masa depan industri otomotif Indonesia dan di seluruh Asia Tenggara.
Selama satu dekade terakhir, Indonesia telah muncul sebagai salah satu pusat manufaktur OEM otomotif dengan pertumbuhan tercepat di Kawasan Asia Tenggara.
Dengan permintaan domestik yang kuat dan meningkatnya minat global, negara-negara di Asia Tenggara telah menjadi mata rantai vital dalam rantai pasokan otomotif global.
Selain menjadi basis produksi otomotif di ASEAN, Indonesia, saat ini juga berkembang menjadi pusat inovasi, penelitian dan pengembangan yang lebih maju dan modern.
Semua itu membutuhkan fasilitas pengujian, lintasan pengujian, tenaga ahli penguji bertaraf nasional dan internasional, peralatan pengetesan canggih dan memadai serta kepatuhan terhadap standar global demi mendorong inovasi di bidang otomotif.

Pengetesan High Speed Oval Track yang bisa dipantau lewat control tower dan cctv disetiap sudut, keren!
"Fasilitas tersebut tidak hanya akan meningkatkan keamanan dan kualitas produk, tetapi juga memberikan keunggulan kompetitif bagi Indonesia dan kawasan ini dan membantu produsen lokal bersaing secara global dan menarik investasi lebih lanjut," jelas Stefan Heuer.
Dan itu dibuktikan saat tim TV Rheinland berkunjung tes area di BPLJSKB yang memiliki fasilitas yang lengkap untuk pengujian kendaraan bermotor bertaraf internasional.
Mulai dari uji laboratorium Crash Test, Braking System Test, Seatbelt Anchorage Test, Exhauts Emission Test, Electrical Safety Test, Rear View Mirror Test dan lainnya.
Selain itu, BPLJSKB mempunyai fasilitas proving ground yang sanggup mengetes kendaraan bermotor di luar ruangan (Outdoor).
Yang meliputi pengetesan High Speed Oval Track, Noise Emission Loop Track, Low Friction Braking Track & Test Hills, Dynamic Area, Passive Safety Lab, dan Rear Visibility Lab.

Nggak perlu jauh-jauh uji laboratorium Crash Test, di Vehicle Testing and Certification Center sudah lengkap

Test tabrak keselamatan penumpang juga ada, dengan teknologi canggih
Tri Bowo Leksono, A Ma.PKB.,S.T.,M.MTr. turut mengapresiasi kerjasama ini.
"Penandatanganan ini merupakan langkah strategis dari BPLJSKB maupun TV Rheinland Indonesia untuk memperkuat peran dari technical service yang ada di internasional seperti TV Rheinland juga BPLSJKB yang sudah hadir dengan fasilitas-fasilitas yang memenuhi standar internasional dan tentunya bantuan support dari para stakeholder untuk bisa maju bersama."
Ia menambahkan, kalau kerja sama ini bukan cuma koordinasi teknis semata, tetapi juga penguatan ekosistem dari pengujian nasional yang nantinya akan ditransfer menjadi internasional.
"Harapannya kerjasama ini bisa dimanfaatkan dengan baik oleh stakeholder dan pelaku industri dan komponen kendaraan bermotor di Indonesia," ujar Tri Bowo Leksono.
Perkembangan industri otomotif baik kendaraan bermotor maupun komponennya ke Indonesia, tampak sangat pesat. Apalagi jika memperhatikan produk-produk otomotif yang masuk ke dalam negeri.

Area Electrical Safety Test dan Rear View Mirror Test

Pengujian jok kendaraan
Nyoman Susila menerangkan, "Sekarang ini semakin berkembang teknologi mobil-mobil baru yang membutuhkan pengujian, menyesuaikan dengan teknologi atau fitur yang diadopsi yang baru-baru ini. Perkembangan teknologi sangat cepat, dan itu mesti dipastikan ke konsumen bahwa produk sebuah kendaraan massal harus aman dan sebagainya, maka dibutuhkan balai uji dengan teknologi yang dipercaya."
Ini tantangannya, industri otomotif membutuhkan proses, sistem dan lokasi pengujian yang lengkap, bersertifikasi dan bertaraf global.
"TV Rheinland hadir untuk mendukung apapun yang dibutuhkan. Referensi-referensi internasional misalnya, dan kami juga di internal, juga mengikuti secara detail, sangat dekat juga dengan tumbuhnya teknologi-teknologi baru. Jadi tantangan untuk teknologi baru, di sini sudah ada fasilitas, kami support," ujar Stefan Heuer.
"Maka dari itu muncul kolaborasi ini, mulai dari sumber daya alam, semuanya sempurna, semuanya bergabung di saat yang tepat. Saya tidak pernah melihat hal seperti ini di luar negeri," tukas Stefan Heuer.

Yosi Setyo
















