OtoHub.co - Presiden RI Prabowo Subianto, resmi melantik Muhammad Sarmuji sebagai Menteri Perindustrian menggantikan Agus Gumiwang Kartasasmita. Pelantikan digelar di Istana Negara, Jakarta, pada Kamis (1/10).
Saat melihat acara pelantikan menteri baru di kanal Youtube Sekretariat Presiden, Muhammad Sarmuji tiba di Istana Negara dengan mengenakan setelan jas hitam, dasi biru muda, dan peci hitam.
Sebelum pelantikan, Samuji mengungkapkan bahwa ia mendapat panggilan dari Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya terkait kemungkinan penugasan di bidang perindustrian.
Pria kelahiran tahun 1974 ini mengatakan bahwa informasi mengenai penugasan tersebut baru diterimanya pada Kamis pagi. Ia kemudian membenarkan saat ditanya apakah posisi yang akan ditempatinya sudah disampaikan kepadanya.
Baca Juga:
Kapolri Suyudi Ario Seto Punya Harta Kekayaan Rp 5 Miliar, Intip Garasi Rumahnya Yuk!
Profil Karier
Perjalanan karier Muhammad Sarmuji dimulai dari aktivitas organisasi mahasiswa, berlanjut ke organisasi kepemudaan, parlemen, hingga struktur elit Partai Golkar.
Sarmuji lahir di Surabaya, Jawa Timur, pada 10 Juni 1974. Masa pendidikan dasar hingga menengah ditempuh di kota kelahirannya.

Muhammad Sarmuji
Selepas SMA, Sarmuji melanjutkan pendidikan ke Universitas Jember pada 1992 di Fakultas Ekonomi.
Setelah menyelesaikan pendidikan sarjana, ia melanjutkan studi ke Program Pascasarjana Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Administrasi Bisnis pada 2006.
Saat menjadi mahasiswa, Sarmuji aktif di dunia organisasi, seperti aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI).
Perjalanan karier Sarmuji berlanjut ke organisasi kepemudaan yang terafiliasi dengan Partai Golkar.
Ia tercatat pernah menjadi Wakil Sekretaris Jenderal AMPI pada periode 20032008, dan kemudian menduduki posisi Sekretaris Jenderal DPP AMPG.
Melenggang ke Parlemen
Pintu menuju parlemen terbuka pada Pemilu 2014. Sarmuji mencalonkan diri sebagai anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jawa Timur VI dan berhasil terpilih.

Muhammad Sarmuji saat menjadi anggota DPR -MPR RI
Kursi parlemen kembali dipertahankan pada Pemilu 2024. Dengan hasil Pemilu 2024, Sarmuji memasuki periode ketiga sebagai anggota DPR RI.
Nah, yang menarik pengalaman legislatif itu juga membuat Sarmuji bersentuhan dengan sejumlah isu kebijakan publik.
Ia pernah menjalankan tugas di komisi DPR yang menangani berbagai sektor, termasuk investasi, perdagangan, perindustrian, BUMN, tenaga kerja, kesehatan, hingga keuangan.
Harta Kekayaan
Sarmuji telah melaporkan total harta kekayaan sebesar Rp 14,93 miliar dalam Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) tahun pelaporan 2025.
Nilai tersebut merupakan kekayaan bersih setelah dikurangi utang yang mencapai Rp 5,65 miliar.

Ilustrasi : Honda BeAT
Informasi dari dokumen LHKPN yang disampaikan pada 3 April 2026, seluruh harta Sarmuji sebelum dikurangi utang mencapai Rp 20,58 miliar.
Laporan harta itu telah diverifikasi oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Komponen terbesar kekayaan Sarmuji berasal dari tanah dan bangunan dengan nilai mencapai Rp 10,46 miliar.
Aset tersebut mencakup enam bidang tanah dan bangunan yang tersebar di Surabaya, Sidoarjo, Jakarta Selatan, dan Kediri.
Selain properti, Sarmuji melaporkan kepemilikan alat transportasi dan mesin senilai Rp 6,20 miliar.

(Ilustrasi) Toyota Kijang Innova
Aset tersebut terdiri atas sejumlah kendaraan bermotor dan sebuah kapal laut atau perahu.
Deretan kendaraan mulai dari sepeda motor Honda BeAT tahun 2015 senilai Rp 1,42 juta, Toyota Innova tahun 2018 senilai Rp 72,25 juta, Toyota tahun 2021 senilai Rp 252,38 juta, serta Honda tahun 2022 senilai Rp 309,18 juta.
Lalu kapal SPOB bernama Jeanita menjadi komponen dengan nilai terbesar, yakni Rp 5,57 miliar.
Seluruh kendaraan tersebut dilaporkan sebagai hasil sendiri. Secara keseluruhan, kekayaan bersih yang dilaporkan dalam LHKPN 2025 mencapai Rp 14,93 miliar.

Yosi Setyo

















