OtoHub.co - Hingga tahun 2030 mendatang, Pemerintah Indonesia menargetkan sekitar 13 juta sepeda motor listrik sudah beroperasi di jalan.
Hal tersebut sebagai upaya mempercepat transisi menuju transportasi yang lebih ramah lingkungan.
Namun dalam upaya memperluas penggunaan motor listrik di tengah masyarakat, produsen diharapkan tak hanya sekadar memperkenalkan produk baru.
Melainkan juga harus membangun ekosistem pendukung dan kepercayaan masyarakat terhadap teknologi yang masih relatif baru tersebut.
Tujuannya agar dapat menghilangkan kekhawatiran konsumen soal jarak tempuh, kemudahan pengisian daya, biaya kepemilikan, dan tentunya soal layanan purnajual.
Karena semua hal yang tadi disebutkan masih menjadi pertimbangan utama sebelum masyarakat memutuskan beralih dari motor berbahan bakar bensin.
Hal itu tercermin dalam survei Populix, Electric Vehicle Dynamics: Unveiling Consumer Perspectives and Market Insights.

Line up motor listrik VinFast
Dimana hasil surveinya menunjukkan bahwa konsumen Indonesia mengharapkan harga motor listrik rata-rata sekitar Rp 18 juta, dengan jarak tempuh ideal sekitar 75 kilometer.
Meski sebagian besar responden saat ditanya, umumnya menggunakan sepeda motor buat perjalanan harian kurang dari 25 kilometer.
Nah, kalau mengacu pada hasil suvei tadi, sebenarnya kebutuhan mobilitas sehari-hari masyarakat Indonesia sudah dapat dipenuhi oleh lini motor listrik keluaran VinFast saat ini.
Contohnya seperti VinFast Evo yang bisa menempuh jarak 85-150 km dalam sekali pengisian daya, ditawarkan mulai Rp 17,5 juta saja on the road (OTR) Jakarta.
Kemudian Feliz II yang bisa menempuh jarak 82-145 km, dan Viper yang sampai 82-145 km.
Tak hanya jarak tempuh yang jadi unggulan, VinFast juga berkomitmen menjembatani kesenjangan antara persepsi masyarakat dan kebutuhan mobilitas sehari-hari.

Yordan Satriadi, CEO VinFast e-Scooter Indonesia
Dengan semakin lengkapnya ekosistem motor listrik VinFast, tentunya menghadirkan rasa aman bagi masyarakat Indonesia.
Salah satunya dirasakan oleh Zahra (24 tahun) saat menghadiri gelaran VinFast E-Motorcycle Experience Day pada 18 Juli lalu di Tribeca Park, Jakarta.
Kehadirannya di acara tersebut jadi pengalaman pertamanya melihat dan mengendarai motor listrik secara langsung.
Sebelumnya ia hanya tahu tentang kendaraan listrik dari media sosial dan pengalaman orang lain.
"Sebenarnya ini motor listrik pertama yang pernah saya lihat dan coba langsung. Sebelumnya, saya belum pernah mencoba test ride. Saya melihat desain dan sistem baterai motor listrik VinFast ternyata lebih sederhana dari yang saya bayangkan, dan proses battery swapping juga jauh lebih mudah," ujar Zahra.
Model yang dicobanya adalah VinFast Evo, motor listrik VinFast yang dirancang untuk mobilitas perkotaan.
Dibandingkan motor konvensional, Evo menawarkan pengalaman kepemilikan yang berbeda.
Motor ini menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang sudah bersertifikasi IP67, sehingga tahan terhadap suhu tinggi sekaligus terhadap debu dan air.

(Ilustrasi) Salah satu pengujung Eko Park sendang melakukan test ride VinFast Evo
Sipnya lagi, konsumen dapat memilih konfigurasi satu baterai untuk kebutuhan perjalanan harian yang lebih ekonomis, atau dua baterai untuk perjalanan yang lebih jauh, dengan jarak tempuh maksimum sekitar 150 kilometer.
Bagi Zahra, memahami fitur-fitur tersebut mengubah anggapannya bahwa motor listrik tidak hanya cocok untuk perjalanan jarak pendek.
Ia juga mengetahui bahwa motor listrik VinFast menawarkan lebih dari sekadar kendaraan.
VinFast menyediakan beberapa pilihan kepemilikan yang memungkinkan konsumen memilih skema yang paling sesuai dengan kebutuhan mereka.
Konsumen bisa membeli motor beserta baterainya, atau pilih skema berlangganan baterai untuk harga pembelian awal yang lebih terjangkau.
Nah, adanya pilihan kepemilikan tersebut membuat Zahra merasa motor listrik VinFast jauh lebih realistis untuk dimiliki dibandingkan yang sebelumnya ia bayangkan.
Menariknya, hal yang paling membuatnya terkesan bukanlah harga maupun spesifikasi teknis, melainkan fleksibilitas yang ditawarkan dalam penggunaan sehari-hari.
"Kalaupun battery swapping terdekat berada cukup jauh, kita tetap bisa mengecas di rumah," tambahnya.

Motor listrik VinFast menggunakan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) yang sudah bersertifikasi IP67
Penjelasan tersebut menjawab salah satu kekhawatiran terbesarnya sebelum mencoba motor listrik.
Ia sebelumnya mengira pengguna sepenuhnya bergantung pada stasiun pengisian daya atau battery swapping.
Sebaliknya, ia mengetahui di showroom bahwa motor listrik VinFast dapat diisi ulang di rumah menggunakan charger khusus.
Sementara battery swapping menjadi pilihan tambahan ketika pengguna membutuhkan cara yang lebih cepat, dengan proses penggantian baterai kurang dari lima menit.
Melalui jaringan V-GREEN Battery Swapping Station (BSS), yang saat ini telah beroperasi di lebih dari 2.000 lokasi di Jabodetabek, pengguna cukup menukar baterai yang habis dengan baterai yang telah terisi penuh tanpa harus menunggu proses pengisian ulang.
Selama periode peluncuran, VinFast juga menawarkan program berlangganan baterai disertai layanan battery swapping gratis selama satu tahun.

V-GREEN Battery Swapping Station (BSS)
Dengan demikian, pelanggan baru dapat merasakan ekosistem tersebut sebelum menentukan pilihan skema kepemilikan yang paling sesuai.
Pengalaman tersebut perlahan mengubah persepsi Zahra terhadap motor listrik.
Jika sebelumnya ia mengasosiasikan motor listrik dengan keterbatasan jarak tempuh dan pengisian daya yang merepotkan, kini ia melihat fleksibilitas sebagai salah satu keunggulan terbesarnya.
Hal senada juga dilontarkan Chandra Deni, warga Bekasi yang masih mengandalkan motor berbahan bakar bensin untuk bepergian ke tempat kerja dan mengantar anaknya ke sekolah.
"Saya pakai motor bukan hanya untuk bekerja, tetapi juga mengantar anak sekolah. Jadi, yang saya butuhkan adalah motor yang awet, bukan sekadar ekonomis," ujarnya.
Bagi Chandra, memiliki kendaraan bukan hanya soal membelinya. Keandalan dalam jangka panjang dan dukungan setelah pembelian juga sama pentingnya.
Di showroom, ia mengetahui bahwa VinFast menawarkan lebih dari sekadar motor dengan harga yang kompetitif.
Perusahaan juga memberikan rasa tenang bagi konsumen yang baru pertama kali memiliki motor listrik VinFast melalui garansi kendaraan dan baterai hingga enam tahun atau 72.000 kilometer.
Garansi tersebut menurut Chandra memberikan keyakinan bahwa biaya kepemilikan kendaraan listrik tidak hanya dihitung dari harga beli, tetapi juga dari perlindungan terhadap komponen utama yang menjadi perhatian banyak calon pengguna, yakni baterai.

Spedometer VinFast Feliz II

Andhika Arthawijaya

















