OtoHub.co - Dalam beberapa bulan terakhir, pemilik kendaraan di Indonesia mulai merasakan peningkatan biaya saat melakukan perawatan rutin di bengkel.
Fenomena kenaikan harga suku cadang (sparepart) dan oli mobil ini bukanlah sebuah kebetulan, melainkan dampak berantai dari kondisi ekonomi global dan domestik yang saling berkaitan.
Mulai dari naiknya bahan baku pembuatan sparepart sampai pelemahan nilai tukar rupiah.
Nah bagaimana dengan produk sparepart komponen mobil Suzuki?
Christiana Yuwantie, Asst to Aftersales Department Head of Spareparts PT Suzuki Indomobil Sales (SIS) mengatakan, penyesuaian harga suku cadang tahunan telah berlaku efektif per April 2026.
Baca Juga:
"Sementara itu, khusus untuk pelumas (oli), kami menerapkan evaluasi yang lebih dinamis mengikuti fluktuasi harga minyak global," ujar Christiana, saat dihubungi OtoHub lewat pesan singkat (15/6).

Para peserta juga bisa beli sparepart dengan promo menarik
"Meski terdapat dinamika, kami memastikan setiap penyesuaian dilakukan secara terstruktur demi menjaga acceptable price bagi konsumen," tegasnya.
Bisa dibilang akibat mata uang domestik melemah, biaya perolehan barang (COGS) di tingkat distributor meningkat, yang kemudian diteruskan ke harga jual di tingkat konsumen.
Misalnya oli mesin, merupakan produk turunan minyak bumi. Ketika harga minyak mentah (crude oil) global mengalami fluktuasi atau kenaikan akibat ketegangan geopolitik, biaya produksi pelumas otomatis ikut terkerek.
Selain minyak bumi, bahan tambahan seperti cairan aditif yang mencakup porsi signifikan dalam komposisi oli juga mengalami kenaikan harga karena terganggunya rantai pasok global.
So, siap-siap rogoh kantong makin dalam ya sob
