OtoHub.co - Ribuan konteiner diberitakan menumpuk di pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, sehingga mengakibatkan kemacetan lalu lintas beberapa hari ke belakang.
Menurut Djaka Budhi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai, (Dirjen BC) penyebab menumpuknya 10 ribu kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara adalah dua perusahaan otomotif asal China, yaitu BYD dan Wuling.
"Karena kesulitan tempat di luar sehingga mereka mengingat cost lebih murah daripada di luar, mereka memanfaatkan itu. Mungkin ke depannya kita akan segera mendorong mereka ke lini dua, di tempat luar pelabuhan," ujar Djaka di DPR (17/6/2026).
Baca Juga:
Harga BYD M6 DM Resmi Diluncurkan Hari Ini, Lebih Murah dari Toyota Veloz Hybrid
Perusahaan otomotif itu disebut memanfaatkan fasilitas pelabuhan untuk membiarkan barang yang diimpornya tidak segera keluar dari area pelabuhan selama 3 hari.

Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia
Mengenai peristiwa ini, OtoHub mencoba mengonfirmasi langsung ke pihak BYD Indonesia, sebagai APM mobil BYD di Indonesia.
"Terkait pemberitaan mengenai penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok yang juga menyebut nama BYD, kami menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul akibat situasi tersebut," buka Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia, dalam pesan singkat yang diterima OtoHub.co (19/6).
Ia melanjutkan, setelah kami cek angkanya secara komprehensif, jumlah kontainer milik BYD adalah merupakan sebagian kecil dari total volume kontainer yang menjadi perhatian di pemberitaan.
"Kami akui penumpukan yang terjadi merupakan kondisi yang dipengaruhi oleh berbagai faktor operasional dan logistik yang melibatkan banyak pihak, termasuk tingginya volume kedatangan barang dalam periode bersamaan secara reguler setiap minggu, adanya sejumlah hari libur nasional, kepadatan lalu lintas distribusi, serta penyesuaian kapasitas pengangkutan perusahaan logistik atas dampak kenaikan BBM, imbuh Luther.
Namun BYD Indonesia telah berkoordinasi dengan seluruh pihak memastikan proses distribusi kontainer berjalan dengan baik.
Sejak awal Juni, kata Luther, berbagai langkah percepatan juga telah dilakukan dan sudah menunjukkan hasil yang positif.
Luther menginformasi bahwa saat ini, kami telah menambah armada logistik company dan juga mayoritas kontainer yang tiba pada periode sebelumnya telah dipindahkan. "Kita juga sudah menyiapkan tempat simpan sementara di sekitar pelabuhan untuk percepatan pengeluaran kontainer." ungkapnya.
"Kami ingin sampaikan bahwa tidak ada upaya kesengajaan untuk memperlambat proses, mengingat biaya penyimpanan dan tambahan penalti harian di Pelabuhan justru lebih besar dibandingkan biaya logistik dan penyimpanan baik milik sendiri atau temporary," ujar Luther lagi.
"Kami terus memantau realisasi pemindahan semoga dapat bisa terselesaikan dalam waktu dekat dan perlu diketahui bahwa kontainer tersebut bukan berisikan mobil, melainkan komponen untuk proses perakitan dan spare parts," tegasnya.
