OtoHub.co - Hujan deras di malam hari bisa menjadi tantangan besar bagi pengemudi truk dan bus.
Dengan kondisi jalanan yang licin serta visibilitas yang berkurang, risiko kecelakaan meningkat.
Merujuk data dari Korlantas Polri mencatat bahwa sepanjang tahun 2024 terjadi 17.280 kecelakaan yang melibatkan kendaraan berat di Indonesia.
Melihat kondisi ini, ada panduan bagi rekan sopir bus dan truk agar tetap aman saat melintas di jalanan basah juga gelap.
Menurut Ahmad Juweni, National Sales Manager Truck & Bus Radial PT Hankook Tire Sales Indonesia, berkendara di malam hari saat hujan memerlukan persiapan ekstra.
"Mengemudi di malam hari saat hujan merupakan tantangan tersendiri, terutama bagi pengemudi bus dan truk yang bertanggung jawab atas keselamatan penumpang serta barang yang dibawa,"
"Kondisi jalan yang licin dan jarak pandang terbatas membutuhkan perhatian ekstra dan langkah preventif," terang Ahmad.
Baca Juga:
Catat, Ini Jadwal Diskon 20% Jalan Tol di Arus Mudik dan Balik Lebaran 2025
Langkah pertama, pastikan lampu utama dan stop lamp berfungsi dengan baik untuk meningkatkan visibilitas.
Hindari penggunaan lampu sorot yang terlalu terang agar tidak menyilaukan pengemudi lain.
Kemudian kurangi kecepatan. Saat hujan, daya cengkeram ban berkurang. Disarankan menurunkan kecepatan 20% dari batas kecepatan normal.
Idealnya tidak lebih dari 50-60 km/jam di jalan tol agar tetap bisa mengendalikan kendaraan dengan aman.
Selanjutnya jaga jarak aman. Jalanan licin membuat jarak pengereman lebih panjang.
Pastikan untuk menjaga jarak lebih jauh dari kendaraan di depan, agar ada cukup waktu untuk bereaksi jika terjadi keadaan darurat.
Lalu, sebaiknya jangan anggap remeh genangan air. Bisa jadi ada lubang atau jalanan licin di bawahnya.
Selain itu, genangan dapat menyebabkan aquaplaning, yaitu kondisi ketika ban kehilangan cengkeraman dan kendaraan sulit dikendalikan.
Oleh karenanya, sangat perlu mengecek kelayakan semua fungsi yang ada di kendaraan. Pastikan semua kontrol utama berfungsi optimal.
Periksa kemudi, rem, kopling, dan pedal gas sebelum berangkat. Hujan bisa mempengaruhi respons kendaraan, jadi pastikan semuanya dalam kondisi prima.
Tak lupa cek wiper dan kaca depan. Wiper yang tidak berfungsi dengan baik dapat mengaburkan pandangan, apalagi dengan pantulan cahaya dari kendaraan lain.
Pastikan karet wiper masih fleksibel dan mampu menyapu air dengan sempurna.
Pastikan kondisi ban masih layak pakai. Ban yang sudah aus meningkatkan risiko tergelincir.
Gunakan ban dengan profil tapak yang dalam, serta memiliki teknologi anti-aquaplaning.
"Ban Hankook AH30 memiliki tapak lebar untuk stabilitas maksimal dan tiga alur zig-zag untuk optimasi traksi serta pengereman,"
"Sedangkan SmartFlex AH31 adalah ban all-season dengan pola tapak inovatif untuk menghindari aquaplaning di permukaan basah," beber Ahmad.
Nah, dengan persiapan yang tepat, pengemudi truk dan bus bisa menghindari risiko kecelakaan dan berkendara dengan lebih percaya diri di malam hari saat hujan.

















