OtoHub.co - Selain mengikuti rangkaian peresmian pabrik BYD di Subang, Jawa Barat (3/9), OtoHub diberi kesempatan untuk melihat-lihat proses perakitan mobil.
Sayangnya, kami tidak diperbolehkan mengabadikan proses perakitan mobil BYD tersebut.
Sekadar informasi, kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang ini melibatkan lebih dari 200 mitra rantai pasok dan menciptakan lebih dari 5.000 lapangan kerja lokal, yang ditargetkan akan terus meningkat menjadi lebih dari 20.000 lapangan kerja ketika pabrik mencapai kapasitas produksi penuh.
Dengan skala penyerapan tenaga kerja lokal serta persiapan menuju TKDN sebesar 60% pada Januari 2027, pengembangan manufaktur BYD di Indonesia tidak hanya memperkuat kapasitas produksi kendaraan.
Tetapi juga membuka ruang bagi keterlibatan industri dan sumber daya manusia Indonesia yang semakin luas dalam rantai nilai kendaraan energi baru.
Baca Juga:
BYD M6 DM Tandai Unit ke-100.000, Hasil Parakitan Lokal Pabrik Subang
Eagle Zhao, Presiden Direktur PT BYD Motor Indonesia, mengatakan kehadiran fasilitas manufaktur BYD di Subang memiliki arti yang lebih besar daripada sekadar memproduksi kendaraan di Indonesia.

Ratusan mobil BYD setelah dirakit di Subang Jawa Barat, siap dikirim ke konsumen
Ia menambahkan, ini merupakan langkah untuk membangun kapabilitas bersama, membuka peluang bagi tenaga kerja lokal, mengembangkan talenta dan keterampilan, serta memperkuat keterlibatan industri Indonesia dalam ekosistem kendaraan energi baru.
"Sejalan dengan perjalanan tersebut, kami terus mempersiapkan pengembangan kapabilitas manufaktur di Indonesia, termasuk pengembangan fasilitas baterai dan berbagai elemen pendukung ekosistem kendaraan energi baru untuk menghadirkan nilai tambah yang dapat dirasakan dalam jangka panjang," ujar Eagle Zhao.
Nah, mau tahu proses perakitan sebuah kendaraan dari struktur dasar hingga menjadi kendaraan? Yuk simak cerita lengkapnya.
Tiga rangkaian utama manufaktur yang diperkenalkan dalam kunjungan tersebut adalah Welding, Painting, dan Final Assembly, yang saling terhubung dalam satu proses produksi.

Di area Welding, para tamu dapat melihat bagaimana struktur dasar kendaraan dibentuk secara bertahap hingga menjadi kerangka bodi yang utuh.
Area ini menerapkan sistem produksi fleksibel multi-model, yang memungkinkan berbagai model kendaraan diproduksi pada lini yang sama.
Proses tersebut didukung oleh kombinasi teknologi otomatisasi dan robotik untuk membantu menjaga presisi dan konsistensi selama pembentukan bodi kendaraan.
Beranjak ke Painting, proses manufaktur berfokus pada pemberian perlindungan terhadap bodi kendaraan sekaligus memastikan kualitas permukaan dan tampilan eksterior.

Proses Painting di pabrik BYD Subang Jawa Barat
Sistem produksi dan quality control terintegrasi digunakan untuk memantau proses secara menyeluruh, termasuk pemeriksaan permukaan dan kualitas pengecatan.
Area ini juga menunjukkan bagaimana teknologi dan keterampilan karyawan berjalan berdampingan dalam menjaga standar produksi.
Sementara itu, Final Assembly memperlihatkan tahap ketika berbagai komponen kendaraan disatukan hingga menjadi kendaraan yang siap digunakan oleh pelanggan.
Prosesnya mencakup perakitan, pemeriksaan, penyetelan, hingga pemeriksaan akhir sebelum kendaraan meninggalkan fasilitas.
Setiap kendaraan melalui pemeriksaan secara menyeluruh untuk memastikan memenuhi persyaratan sebelum dikirim kepada pelanggan.

Proses Assembly di pabrik BYD Subang Jawa Barat
Ketiga rangkaian tersebut memberikan gambaran tentang bagaimana otomatisasi, digitalisasi, fleksibilitas produksi, pengendalian kualitas, dan pengembangan keterampilan karyawan diterapkan secara terintegrasi di fasilitas manufaktur BYD Indonesia.
Teknologi tidak berdiri sendiri, melainkan menjadi bagian dari proses manufaktur yang menghubungkan produksi, kualitas, dan pengembangan sumber daya manusia.

Proses Stamping di pabrik BYD Subang Jawa Barat
Dengan fondasi manufaktur lokal yang semakin kuat, pengembangan sumber daya manusia, keterlibatan rantai pasok, serta komitmen untuk terus mengembangkan kapabilitas manufaktur dan ekosistem kendaraan energi baru, BYD akan terus memperkuat kehadiran jangka panjangnya di Indonesia.
Subang menjadi bagian dari perjalanan tersebut, menghubungkan pengalaman global BYD dengan kemampuan lokal Indonesia dan membuka babak baru bagi "Made in Indonesia" untuk menjangkau pasar dunia.

Yosi Setyo

















