OtoHub.co - Bagi masyarakat muda di kota besar, ongkos mobilitas kini menjadi salah satu pos besar pengeluaran per bulan.
Hasil Survei Biaya Hidup di 2022 yang dirilis Badan Pusat Statistik (BPS), mencatat pengeluaran konsumsi rata-rata rumah tangga di Jakarta mencapai Rp 14,88 juta per bulan.
Nah, biaya transportasi menyedot sekitar Rp 2 juta, terbesar ketiga setelah perumahan dan makanan.
Lumayan besar memang angka segitu, tapi bukan berarti sulit untuk dipangkas, loh, yang penting jangan sampai mengorbankan kenyamanan.
Nah, untuk kalian pekerja muda, wirausahawan, atau keluarga kecil yang membutuhkan kendaraan enak dipakai setiap hari, dan bisa tampil pantas saat menemui klien, sekaligus tidak menggerus penghasilan, bisa lirik nih produk-produk terbaru dari VinFast e-Motorcycle.
Salah satunya, VinFast Feliz II yang menawarkan desain ala Eropa modern.

VinFast Feliz II
Dengan harganya yang kompetitif, Feliz II adalah pilihan tepat untuk kalangan urban yang ingin berhemat.
Pasalnya, VinFast Feliz II tak hanya menawarkan desain yang keren dan modern, tapi juga memiliki tingkat efisiensi energi yang tinggi dan ditopang oleh jaringan battery swap yang sudah siap.
Sehingga kalian bisa tampil gaya, namun tetap bisa menekan pengeluaran per bulan.
Kesan pertama Feliz II dari garis bodinya. Ia mengadopsi bahasa desain motor listrik modern dengan lekukan yang dinamis dan mengalir, tidak terlalu membulat, namun juga tidak terlalu tajam, sehingga tetap terlihat berwibawa.
Identitasnya dipertegas stiker hias yang membentang hingga lampu sein, logo V di cover depan, serta lampu belakang memanjang dan menyipit yang sepenuhnya LED, memberi kesan sporty sekaligus aerodinamis.
Di sisi depan, lampu ganda dual LED berdesain menyempit diletakkan di bodi bawah, posisi yang membuat pencahayaan menyebar lebar dan fokus ke permukaan jalan. Sementara pelek 14 inci membuat proporsinya terlihat padat dan berisi.

VinFast Feliz II masih nyaman untuk rider jangkung
Dimensinya 1.913 x 693 x 1.130 mm dengan jarak sumbu roda 1.320 mm, sedikit lebih panjang dan tinggi dibandingkan motor listrik pada umumnya.
Postur itu memberi ruang duduk lebih lapang untuk berboncengan, tapi tetap ramping, sehingga tetap gesit menyelip di kepadatan jalan kota.
Tenaganya disesuaikan dengan kebutuhan harian. Varian dua baterai menghasilkan daya maksimum 5.200 watt dengan kecepatan puncak 90 km/jam dan jarak tempuh 145 km, sementara varian satu baterai berdaya 3.000 watt, top speed 70 km/jam, dan jarak tempuh 82 km.

Baterai VinFast Feliz II ada 2
Sumber tenaganya menggunakan baterai Lithium Ferro Phosphate (LFP) 1,5 kWh per unit, kimia baterai yang dikenal lebih stabil terhadap panas dan berumur panjang.
Mengisi daya listrik di rumah membutuhkan sekitar 4,5 jam untuk 1 baterai dan 9 jam untuk 2 baterai.
Bagi penghuni apartemen atau kos tanpa colokan di parkiran, tersedia jalan pintas, yaitu tukar baterai.
VinFast bersama V-Green telah membangun lebih dari 2.000 titik penukaran baterai di berbagai wilayah Indonesia, sehingga baterai kosong dapat langsung ditukar dengan yang penuh dalam hitungan detik.
Ketika Ongkos Harian Ikut Dihitung
Kenyamanan baru terasa lengkap bila biayanya masuk akal.
Mari pakai pola pemakaian pekerja kota yang realistis: 1.000 km per bulan, atau sekitar 33 km sehari untuk pulang-pergi kantor.
Motor bensin 110 cc, jenis yang paling banyak dipakai di Indonesia, memiliki konsumsi riil sekitar 55 km per liter di perkotaan.
Namun tetap saja, kebutuhan bahan bakarnya mencapai sekitar Rp 182 ribu per bulan, atau Rp 182 per kilometer.
Ini belum menghitung biaya servis dan part mesin bensin yang kompleks.
Feliz II jauh lebih ringan. Bila baterainya dibeli sekaligus lalu diisi di rumah, biaya energinya hanya sekitar Rp 26.400 per bulan, atau Rp 26,4 per kilometer.

Spedometer VinFast Feliz II
Selisihnya nyaris tujuh kali lipat lebih murah dibanding motor bensin.
Bagi yang memilih skema langganan, biayanya sekitar Rp 110 ribu per bulan bila mengisi sendiri di rumah, atau Rp 156 ribu bila rutin menukar baterai.
Biayanya Rp 6.000 sekali tukar dan gratis selama satu tahun pertama dengan kuota 20 kali per bulan.
Maka, biaya operasional hanya Rp 84 ribu per bulan selama tahun pertama.
Bandingkan dengan motor listrik sekelas, bahkan lebih mahal daripada mengisi bensin. Feliz II masih lebih hemat hingga 65%.
Kuota gratis per bulan setara dengan sekitar 1.640 km perjalanan.
Padahal komuter harian umumnya hanya butuh 12 kali.
Artinya, pada tahun pertama, pos energi bulanan benar-benar bisa dihapus.
Penghematan itu pun terasa dalam kehidupan sehari-hari.

VinFast Feliz II, harga mulai Rp 18,5 juta OTR Jakarta
Nisa Sari, pengguna motor listrik asal Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta, mengaku dana yang sebelumnya habis untuk biaya operasional kini bisa dialihkan untuk kebutuhan lain yang lebih menyenangkan maupun produktif.
"Uangnya bisa dipakai buat tambahan traveling yang dekat sekitaran Jawa Tengah. Sama dibeliin perlengkapan outdoor buat hiking. Atau kalau enggak ada kebutuhan yang kepepet banget, sisa uangnya bakal aku tabung aja," ujarnya.
Namun, biaya itu hanyalah separuh cerita. Yang menentukan adalah Total Cost of Ownership (TCO) yang menggabungkan harga beli dengan seluruh biaya energi selama masa pakai.
Menurut pemerhati industri otomotif Indonesia, Pasya Usman, konsumen sebaiknya tidak hanya terpaku pada harga beli kendaraan saat mengambil keputusan.
"Hal TCO adalah hal substansial yang mesti dipahami konsumen, alih-alih mempertimbangkan membeli kendaraan dari satu aspek: harga jual!" ujar Pasya.
Hasilnya, simulasi TCO VinFast Feliz II konsisten pada semua skema. Dengan membeli satu baterai, total biaya kepemilikan Feliz II tertahan di Rp 23,73 juta, atau lebih hemat 22 persen dibanding motor bensin dan 24 persen dibanding motor listrik sekelas.
Lewat skema langganan yang harga masuknya paling ringan, keunggulannya tetap terjaga, berkisar 11 sampai 19 persen.
Itu artinya biaya mobilitas tidak lagi habis di jalan.
Dana tersebut dapat dialihkan untuk kebutuhan yang lebih penting, seperti biaya pendidikan anak atau menjadi tabungan ketika muncul kebutuhan mendesak yang tidak direncanakan.
Kepercayaan Dibangun untuk Jangka Panjang
Bagi pembeli pertama motor listrik, keraguan terbesar biasanya bukan soal harga, melainkan apa yang terjadi setelah transaksi.
VinFast menjawabnya dengan garansi utama 4 tahun atau 60.000 km, ditambah perpanjangan 2 tahun atau 12.000 km, sehingga totalnya mencapai 6 tahun atau 72.000 km. Garansi terpanjang melampaui standar industri.
Yang penting, perlindungan itu mencakup kendaraan sekaligus baterainya, komponen termahal yang paling sering dikhawatirkan.
Kehadiran layanan VinFast juga terus meluas. Saat ini terdapat 20 dealer yang tersebar di Sumatera, Jabodetabek, Jawa, Bali, Sulawesi, dan Kalimantan, dan jumlahnya akan terus bertambah.
Kombinasi itulah yang membuat perpindahan ke listrik terasa lebih nyaman: jaringan purnajual yang besar, jaminan yang komprehensif dan infrastruktur tukar baterai yang sudah mapan sebelum motornya beredar.
Bagi pekerja muda dan keluarga kecil yang menuntut kendaraan nyaman, tampil rapi, sekaligus hemat, Feliz II menghadirkan semuanya dalam satu pilihan.

Andhika Arthawijaya

















