News Panji MaulanaPanji Maulana Selasa, 14 April 2026 08:30:00

Bersiap, Pemerintah: Motor Listrik Fokus Pasar Domestik, Motor Bensin Diarahkan ke Eskpor

Bersiap, Pemerintah: Motor Listrik Fokus Pasar Domestik, Motor Bensin Diarahkan ke Eskpor
Dok. OtoHub

(Ilsutrasi) Motor listrik diwacanakan wajib untuk konsumen Indonesia

OtoHub.co - Ada pernyataan yang menyita perhatian dari Menteri Peridustrian Agus Gumiwang Kartasismita baru-baru ini tentang motor listrik dan bermesin bensin di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus mengatakan, bahwa ke depan pasar domestik akan difokuskan untuk motor listrik. "Sementara motor berbasis bensin alias konvensional diarahkan penuh untuk pasar ekspor." 

Ia menjelaskan regulasinya sedang digodok supaya produsen motor di Indonesia segera menyiapkan kapasitas produksi motor listrik dalam jumlah besar.

Panji M/OtoHub.co

Agus Gumiwang Kartasasmita, Menteri Perindustrian RI

Seperti diketahui, penjualan motor nasional pada 2025 mencapai 6,4 jutaan unit (Data AISI) dan didominasi oleh motor bermesin bensin. 

Sedangkan penjualan motor listrik baru mencapai 55 ribuan unit pada 2025 (data SRUT Kemenhub). 

Minat terhadap motor listrik belum terlalu banyak lantaran insentif dari Pemerintah telah dihapus sejak akhir 2024 lalu. Sebelumnya dikasih potongan sebesar Rp 7 juta untuk pembelian motor listrik.

Sementara itu, data ekspor motor CBU (Completely Built Up) Indonesia tahun 2025 tercatat mengalami penurunan sekitar 4,95% menjadi 544.133 unit, berbeda dengan pasar domestik yang tumbuh positif sekitar 1,3% dibanding 2024.

Semua itu, disokong oleh industri motor nasional yang masih didominasi oleh brand-brand asal Jepang, seperti Honda, Yamaha, Suzuki dan Kawasaki.

Lantas, akankah industri kendaraan roda dua nasional yang sudah puluhan tahun berkiprah hanya menjual motor ke luar negeri?

Agus memastikan produksi motor bensin tidak akan dihentikan, namun pasarnya bukan lagi untuk masyarakat Indonesia melainkan dikirim ke luar negeri, termasuk Afrika, Timur Tengah, dan Amerika Selatan. 

Yamaha Indonesia

Pabrik motor di Indonesia cuma untuk pasar ekspor, setuju kah?

Kebijakan ini diambil agar industri otomotif nasional mulai beradaptasi dengan perubahan teknologi, sejalan dengan arahan Presiden untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Pemerintah juga tengah menyiapkan stimulus agar masyarakat mau beralih ke motor listrik, meski detail insentif belum diumumkan.

Nah, untuk merek motor listrik yang sudah eksis dan punya perakitan di Tanah Air sebut saja Polytron (pabrik di Kudus/Demak), Gesits (Bogor), Alva (Cikarang), United e-Motor (Bogor), Selis (Tangerang), Viar (Semarang) dan Maka (Cikarang) dan lainnya.

Siapkah? 

Related Article

Related Category