News Aries AdityaAries Aditya Jumat, 05 Juni 2026 12:30:00

ISCP Adakan Forum Diskusi, Maksimalkan TKDN di Kendaraan Komersil

ISCP Adakan Forum Diskusi, Maksimalkan TKDN di Kendaraan Komersil
Rianto P/OtoHub

Forum diskusi ISCP dengan beragam stakeholders

OtoHub.co - Isuzu Supply Chain Partner (ISCP) mengadakan forum diskusi dengan tema "Optimizing of Local Content (TKDN) in Commercial Vehicles to Support National Economic Growth" di Hotel Manhattan, Kuningan, Jakarta (4/6).

ISCP merupakan perkumpulan perusahaan-perusahaan pemasok/supplier PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) sebagai agen pemegang merek, manufaktur, dan distributor kendaraan niaga Isuzu di Indonesia.

Dalam forum diskusi ini hadir empat panelis yang memberikan paparannya mulai dari Heru Kustanto, Kepala Pusat Percepatan dan Peningkatan Penggunaan Produk Dalam Negeri (P3DN) Kementrian Perindustrian.

Lalu ada Kukuh Kumara selaku Sekretaris Jendral Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO).

Selanjutnya Yusak Kristian Solaeman, Ketua Umum Gabungan Industri Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), dan Ivan Richardo, Manajer Operasi, Divisi Bisnis Strategi Industrial Srvices PT Surveyor Indonesia.

Rianto P/OtoHub

Para panelis di forum diskusi yang dibuat ISCP

Baca Juga:

Isuzu Indonesia Ekspor 32 Ribu Isuzu Traga ke-10 Negara, Kembangkan Bisnis Baru Hingga 2030

Forum diskusi ini bertujuan untuk menjaga produk dalam negeri tetap kompetitif di tengah gempuran produk impor khususnya kendaraan komersil.

Dalam pemaparannya, Kukuh Kumara menjelaskan kalau peluang industri otomotif masih terbuka luas. Secara posisi global, Indonesia menempati urutan ke 19, sementara di ASEAN posisi Indonesia urutan kedua di bawah Malaysia.

"Rasio kepemilikan kendaraan kita masih 99 per 1.000 populasi, jadi masih jauh dari Malaysia dan Thailand," ujar Kukuh.

Sementara itu, dari sisi Gabungan Industril Alat-alat Mobil dan Motor (GIAMM), Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) Indonesia dibanding Thailand juga masih tertingggal.

"Untuk passanger car, Indonesia baru 57 persen dibanding Thailand 66 persen. Tapi di commercial vehicle Thailand lebih besar lagi sudah sampai 91 persen sementara Indonesia 50 persen," ujar Yusak, Ketua Umum GIAMM.

Bahkan dalam pemaparan GIAMM, TKDN yang kurang lebih 55 persen baru berpengaruh 1,27 % terhadap Gross Domestic Product (GDP). Bandingkan Malaysia yang sudah lebih dari 5 % dan Thailand yang lebih dari 10 %.

Yang pasti, dengan konten lokal yang makin tinggi serta rantai pasok yang semakin kuat, bisa menumbuhkan industri otomotif di Indonesia semakin baik lagi.

Related Article

Related Category