Review Yosi SetyoYosi Setyo Senin, 24 Agustus 2026 18:27:08

Mengenal Pretensioner Seatbelt, Peranti Penyelamat Nyawa Saat Sabuk Pengaman Bekerja

Mengenal Pretensioner Seatbelt, Peranti Penyelamat Nyawa Saat Sabuk Pengaman Bekerja
Yosi Setyo/OtoHub.co

Bukan Sekadar Sabuk Pengaman, Ini Peran Pretensioner saat Berkendara

OtoHub.co - Mobil keluaran terbaru sekarang makin canggih. Jika kita menjalankan mobil tanpa menggunakan sabuk pengaman, mobil tidak akan melaju secara otomatis.

Artinya, pabrikan sudah mengutamakan keselamatan pemilik mobil saat berkendara. 

Nah, bicara soal sabuk pengaman, komponen ini merupakan salah satu perangkat keselamatan paling penting di dalam kendaraan.  

Pada mobil modern, fungsinya tidak lagi sekadar menahan tubuh pengemudi dan penumpang, tetapi menjadi bagian dari sistem keselamatan yang dirancang untuk membantu mengurangi risiko cedera ketika terjadi kecelakaan.

Salah satu teknologi yang mendukung fungsi tersebut adalah Seat Belt Pretensioner.

Teknologi ini diterapkan semua mobil, seperti pada mobil Peugeot yang ada di Indonesia. 

Baca Juga:

Pemilik Mobil Peugeot Wajib Tahu, Ini Tanda-Tanda Airbag Bermasalah

Seat Belt Pretensioner bekerja secara otomatis ketika kendaraan mengalami benturan dengan kondisi tertentu.

Secara sederhana, pretensioner berfungsi mengurangi kelonggaran sabuk pengaman dengan menarik sabuk secara cepat ketika sistem mendeteksi kondisi
benturan.

Dengan demikian, posisi tubuh pengemudi maupun penumpang dapat lebih terkendali pada fase awal kecelakaan.

Istimewa

Pretensioner Seatbelt

"Saat kecelakaan terjadi, kendaraan mengalami perlambatan tiba-tiba, sementara tubuh masih memiliki kecenderungan bergerak ke depan. Pretensioner membantu mengurangi gerakan tersebut sehingga posisi tubuh lebih terkontrol dan dapat bekerja bersama sistem keselamatan lainnya, termasuk airbag," ujar Rafii Sinurat, Head of After Sales Astra Peugeot.

Pertanyaan mengenai potensi cedera akibat pretensioner cukup sering muncul karena mekanisme ini bekerja dengan memberikan gaya pada sabuk pengaman untuk mengencangkannya dalam waktu sangat singkat.

Dalam kecelakaan yang cukup berat, sabuk pengaman memang dapat memberikan tekanan pada bagian tubuh yang bersentuhan langsung dengan sabuk pengaman. 

Namun, sistem keselamatan pada kendaraan dirancang untuk mengelola gaya yang diterima tubuh selama proses benturan. 

Istimewa

Saat memasukan sabuk pengaman sampai bunyi klik

Pada sistem sabuk pengaman, pretensioner juga dapat bekerja bersama Force Limiter. Keduanya memiliki fungsi yang saling melengkapi. 

Pretensioner membantu mengurangi kelonggaran sabuk pada awal benturan, sementara force limiter membantu mengendalikan gaya yang diteruskan sabuk
kepada tubuh ketika beban meningkat.

Dengan kombinasi tersebut, sistem keselamatan tidak hanya berupaya menahan tubuh secepat mungkin, tetapi juga mengelola gaya yang diterima tubuh selama proses benturan.

Hal lain yang sering menjadi pertanyaan pemilik kendaraan adalah kondisi sabuk pengaman setelah pretensioner aktif.

Setelah terjadi benturan dan sistem keselamatan seperti pretensioner serta airbag bekerja, sabuk pengaman tetap dapat dilepaskan melalui buckle dengan menekan tombol pelepas seperti biasa.

Istimewa

Ilustrasi: jika mobil terjadi benturan, seatbelt sangat membantu penumpang selamat

"Pretensioner bekerja dengan mengencangkan sabuk pengaman. Hal tersebut bukan berarti buckle terkunci secara permanen. Jadi, penumpang tidak perlu memotong sabuk pengaman hanya karena pretensioner telah aktif," jelas Rafii.

Pemotongan sabuk pengaman biasanya dilakukan dalam kondisi darurat oleh petugas penyelamat.

Misalnya, ketika buckle mengalami kerusakan, sabuk terjepit akibat deformasi kendaraan, atau diperlukan tindakan khusus untuk mengevakuasi penghuni kendaraan.

Meski sabuk pengaman masih dapat dilepaskan melalui buckle, sistem pretensioner yang sudah aktif tidak boleh dianggap masih dalam kondisi normal.

Setelah terjadi benturan yang memicu pretensioner, sistem keselamatan perlu diperiksa dan komponen yang telah terpicu perlu diganti sesuai prosedur pabrikan.

Yosi Setyo/OtoHub.co

Seatbelt sampai bangku baris ke-3

Hal ini penting karena teknologi keselamatan kendaraan modern bekerja sebagai sebuah sistem yang saling terintegrasi. Sabuk pengaman, pretensioner, force limiter, airbag, sensor, serta sistem pengendali keselamatan memiliki peran masing-masing dalam membantu melindungi penghuni kendaraan. 

Penggunaan sabuk pengaman dengan benar tetap menjadi langkah paling mendasar.

Sabuk bagian atas harus melewati bahu dan dada dengan posisi yang tepat, sedangkan bagian pangkuan berada pada area panggul.

Selain itu, pemilik kendaraan juga perlu memperhatikan kondisi sistem keselamatan setelah kendaraan mengalami kecelakaan atau benturan.

Istimewa

Konstruksi Pretensioner Seatbelt

Pemeriksaan dilakukan untuk mengetahui kondisi komponen terkait dan memastikan penanganannya mengikuti prosedur yang direkomendasikan pabrikan.

"Teknologi keselamatan tidak selalu terlihat dalam penggunaan sehari-hari. Namun ketika kecelakaan terjadi, setiap komponennya dapat memiliki peran
penting dalam membantu melindungi penghuni kendaraan," tutup Rafii. 

Related Article

Related Category