OtoHub.co - Berkendara dengan sepeda motor saat ini tentu berbahaya dan tidak aman, lantaran hujan abu vulkanik Gunung Anak Krakatau dan asap Kahutla (Kebakaran Hutan dan Lahan) sedang melanda Indonesia.
Sangat berisiko berkendara motor karena partikel abu vulkanik yang mengandung silika dapat mengganggu aktivitas perjalanan.
Oleh karena itu, pengendara perlu menggunakan perlengkapan tambahan, meningkatkan kewaspadaan dan fokus saat berkendara.
Bila perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman menjadi pilihan yang paling tepat.
Sedangkan bagi pengendara yang harus tetap melakukan perjalanan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.
Baca Juga:
Harumkan Nama Bangsa, Konsep Safety Riding Honda Indonesia Diakui Asia-Oceania
Persiapkan Diri dan Kendaraan
Sebelum berangkat, pastikan perlengkapan berkendara digunakan secara lengkap, seperti helm dengan visor tertutup untuk membantu melindungi bagian wajah dan mata.
Pakailah masker yang mampu menyaring partikel halus dan kacamata tambahan yang dapat memberikan perlindungan dari iritasi mata bila terpapar langsung.
Kondisi visor helm juga perlu diperhatikan. Partikel abu yang menempel dapat mengganggu pandangan.
Membersihkan visor secara sembarangan berpotensi menggores permukaannya sehingga mengganggu pandangan.
Selain perlengkapan, kondisi kendaraan juga perlu diperiksa.
Pastikan tekanan dan kondisi ban, sistem pengereman, lampu utama, lampu belakang, lampu sein, spion, serta kondisi mesin berfungsi dengan baik.
Komponen kendaraan yang berkaitan dengan penyaring udara juga perlu diperhatikan karena abu vulkanik dapat masuk dan menumpuk pada bagian tersebut.
Sebelum berangkat, pengendara juga sebaiknya memantau informasi resmi mengenai aktivitas gunung api, arah penyebaran abu, kondisi lalu lintas, serta kemungkinan ada penutupan jalan.
Kurangi Kecepatan dan Jaga Jarak Aman
Saat berkendara di tengah hujan abu, pengendara perlu mengurangi kecepatan.

Pengendara motor harus waspada dengan abu di permukaan jalan
Abu yang menutupi permukaan jalan, terutama ketika bercampur dengan air, dapat membuat jalan menjadi lebih licin dan mengurangi daya cengkram ban.
Lalu, hindari melakukan manuver secara tiba-tiba!
Kendalikan kendaraan dengan halus dan berikan perhatian lebih terhadap kondisi lalu lintas di depan dengan memberikan jarak aman yang lebih.
Jangan Memaksakan Diri Saat
Jika hujan abu dan asap semakin pekat hingga jarak pandang sangat terbatas, jangan memaksakan diri untuk terus berkendara.
Kurangi kecepatan secara bertahap, nyalakan lampu utama, jaga jarak dengan kendaraan lain, kemudian cari tempat yang aman untuk menepi.
Pengendara juga sebaiknya tidak membuka visor helm saat abu masih pekat.
Perhatikan Kendaraan Setelah Terpapar Abu
Perhatian terhadap kendaraan tidak berhenti setelah sampai di tujuan. Beberapa bagian perlu diperhatikan, antara lain filter udara, sistem pengereman, rantai dan komponen bergerak, area mesin dan CVT, lampu depan dan belakang, serta ban dan area roda.
Jika performa kendaraan menurun, dapat dilakukan pemeriksaan di bengkel.
Nah, penting nih, pada bagian bodi, hindari menggosok permukaan bodi kendaraan saat kering. Sebaiknya, bersihkan terlebih dahulu dengan air secara hati-hati untuk mencegah goresan akibat sifat abrasif abu vulkanik.
Manager Safety Riding PT Astra Honda Motor (AHM), Daniel Aria Sulistya Nugroho, mengatakan pengendara perlu waspada dan tidak memaksakan diri saat terjadi hujan abu vulkanik. Prediksikan bahaya sedini mungkin sehingga dapat mengantisipasi sebelum bahaya muncul.
"Lakukan persiapan sebelum perjalanan, kurangi kecepatan, jaga jarak aman, perhatikan kondisi jalan, dan segera menepi apabila kondisi sudah tidak memungkinkan untuk berkendara dengan aman. Jika perjalanan tidak mendesak, menunda perjalanan hingga kondisi kembali aman tetap menjadi pilihan terbaik. Tetap Cari Aman saat berkendara," ujar Daniel.

Panji Maulana

















