OtoHub.co Kamis kemarin (20/11/2025) di kawasan PIK 2, Tangerang, Royal Enfield Indonesia resmi meluncurkan varian premium dari Classic 350, yaitu Goan Classic 350.
Nama Goan sendiri diambil dari nama pantai di India, yakni Goa.
"Goa adalah pesisir pantai di India yang sangat popular. Nah, Goan lahir disana," beber Anindya Dwiasti, Regional Marketing Manager Asia Pacific Royal Enfield.
Motor yang dibanderol mulai Rp 127 jutaan ini (harga spesial launching) secara tampilan masih kental nuansa Classic 350, namun dengan gaya yang lebih ekspresif.

Prosesi peluncuran resmi Royal Enfield Goan Classic 350 di PIK 2, Tangerang (20/11/2025)
Menurut Arif Fachrudin, General Manager PT Nusantara Batavia Internasional selaku main dealer Royal Enfield, Goan 350 punya desain yang melambangkan jiwa bebas.
"Tapi dengan karakter santai dan tetap memiliki kelas. Kami percaya bahwa sepeda motor terbaru ini dapat menjadi pilihan bagi masyarakat di Indonesia," tambahnya.
Hal itu terlihat pada gaya setang yang dirancang tinggi ala ape hanger, serta detail yang lebih premium.

Gaya setang tinggi ala ape hanger
"Dengan handle bar mini ape style, dipadu kaleidoskop warna, membuat tampilan Goan jadi lebih memukau," ujar Anindya.
Oiya, Anindya juga menerangkan kalau Goan Classic 350 ini mengusung konsep tampilan bobber.
Gaya bobber ini kata Anindya pertama kali diterapkan pada motor Royal Enfield saat era perang dunia.
Lebih lanjut ia meceritakan bahwa sepanjang abad 19 dan 20, praktik memotong atau bobing dari motor itu sudah menjadi awal mula sepeda motor gaya bobber.

Anindya Dwiasti. Goan Classic 350 terinspirasi gaya bobber sejak perang dunia
"Bobber bermesin Inggris saat itu menjadi bagian dari kancah perang dunia. Dan kemudian sejak itu hingga saat ini, para builder sering mengadopsi gaya bobber pada motor custom buatan mereka," jelasnya.
Dari situ lah Royal Enfield terinspirasi untuk menghadirkan motor bergaya bobber pada line up mereka.
Oiya, dibanding Classic 350, Goan dirancang lebih rendah posisi joknya, sehingga mudah untuk ditunggangi, sekalipun oleh rider wanita.

Ketinggian jok Goan Classic 350 dibuat lebih rendah, sehingga mudah dinaiki rider wanita sekalipun
Jika Classic 350 punya ketinggian jok 800 mm, maka Goan hanya 760 mm.
Ditambah pemakaian pelek belakang yang diemeternya lebih kecil dari Classic 360, yaitu 16 inci, depannya 19 inci.
Untuk peleknya sendiri pakai model jari-jari, tapi dengan ban yang sudah tubeless model white wall.
Kalau soal dapur pacu sih sama saja, sama-sama pakai mesin J Series satu silinder berkapasitas murni 349 cc.
Mesin ini punya tenaga maksimal sebesar 20,2 dk, dan torsi 27 Nm.

Mesin J-series satu silinder berkapasitas 349 cc, sama seperti di Classic 350
Nah, buat kalian yang tertarih meminang Goan Classic 350, ada empat pilihan warna nih, yaitu Purple Haze dan Shack Black yang ditawarkan seharga Rp 127,8 juta.
Ada pula Trip Teal dan Rave Red yang dibanderol lebih mahal sedikit, yaitu Rp 129,7 juta. Gimana, angkut?

Goan Classic 350 warna Rave Red. Keren!

Andhika Arthawijaya
















