Review Yosi SetyoYosi Setyo Jumat, 19 Juni 2026 20:30:00

Mencampur BBM Pertamax dan Pertalite, Apakah Bisa Merusak Mesin dan Lebih Efisien?

Mencampur BBM Pertamax dan Pertalite, Apakah Bisa Merusak Mesin dan Lebih Efisien?
Istimewa

Jangan lakukan kebiasaan mencampur bbm oktan tinggi dengan oktan rendah

OtoHub.co - Mencampur Pertamax dan Pertalite seringkali menjadi pilihan yang menggoda dengan harapan mendapatkan kualitas BBM yang lebih baik tanpa harus mengeluarkan biaya sebesar mengisi Pertamax penuh. 

Nah benar nggak sih apakah mixing Pertamax dengan Pertalite tidak berdampak buruk pada performa mesin kendaraan? 

"Pencampuran BBM oktan rendah dan tinggi, untuk pemakaian jangka pendek sebetulnya nggak masalah. Yang penting satu merek, jika beda produsen takutnya nggak homogen campurannya," beber Suwandi, Service Advisor bengkel resmi Suzuki Sejahtera Buana Trada (SBT) di Pulogadung, Jakarta Timur. 

"Namun lebih baik kalau anjuran (rekomendasi, red) RON 92 sebaiknya diikuti, karena nanti berhubungan dengan lifetime si mesin," wanti, Wandi, panggilan akrabnya.

Beda cerita jika pemakaian bahan bakar secara campur dilakukan terus menerus nanti akan berhubungan dengan lifetime mesin. Yang pasti akan timbul kerak di ruang bakar, lalu berdampak pada injector, dan umur pompa bensin akan pendek.

Baca Juga:

Penyesuaian Harga Sparepart, Mitsubishi Bagikan Tips Hemat untuk Konsumen

Pendapat lain datang dari Agung Pariyana, Service Manager Mazda Bintaro, Sektor 7, Tangerang Selatan.

"Kita harus memakai BBM harus sesuai dengan rasio kompresi pada mesin kendaraan. Karena ini berpengaruh pada efisiensi pembakaran dan menjaga kinerja mesin menjadi optimal dan untuk mencegah kerusakan dini pada mesin," jelas Agung.

Pertamina Patra Niaga

Isi bensin Pertamax 92

Katanya, menggunakan BBM yang sesuai bisa mencegah knocking, mesin dengan rasio kompresi tinggi misal 11:1 ke atas butuh RON tinggi 95 ke atas. 

"Kalau menggunakan RON lebih rendah, BBM akan terbakar sebelum waktunya ( sebelum TMA) ini menyebabkan knocking, dalam jangka panjang dapat merusak mesin," imbuh Agung.

Lalu supaya performa maksimal dan efisiensi, pakai BBM yang sesuai dengan kebutuhan kompresi mesin. Karena akan terbakar sempurna sehingga dapat menghasilkan tenaga maksimal dan penggunaan BBM lebih efisien. 

Istimewa

Isi Bensin Pertalite 90

Untuk kompresi mesin rendah tapi menggunakan RON tinggi tidak disarankan, karena tidak berpengaruh pada performa mesin.

Dan untuk menjaga umur mesin, RON yang cocok dengan kebutuhan mesin berdasarkan kompresi dapat mencegah terjadinya kerak karbon pada ruang bakar.

Jika mobil dengan mesin bensin dengan asupan turbo sebaiknya menggunakan BBM dengan oktan tinggi (min RON 95).

"Dengan BBM oktan tinggi, mesin turbo menghasilkan tekanan udara dan suhu lebih tinggi (mirip dengan mesin kompresi tinggi) mesin jadi rentan mengalami knocking kalau menggunakan BBM beroktan rendah," ujar Agung lagi.

Hasil yang lain, untuk memperoleh performa dan efisiensi optimal, BBM oktan tinggi mampu menahan tekanan dan suhu tinggi pada meain turbo sebelum terbakar, sehingga pembakaran lebih presisi dan efektif sehingga meain dapat menghasilkan tenaga lebih optimal dan konsumsi BBM lebih irit. 

Dengan BBM oktan yang sesuai dengan spesifikasi mesin dapat menjaga mesin dari lerusakan lebih awal. "Penggunaan BBM oktan tinggi akan mencegah terjadinya knocking, overheat serta mencegah terjadinya kerak karbon pada ruang bakar, tukas Agung.

Related Article

Related Category