OtoHub.co - Perawatan berkala mobil pada umumnya identik dengan penggantian oli mesin, filter, atau kampas rem.
Namun di luar komponen yang memiliki jadwal servis rutin, terdapat sejumlah komponen yang disebut non-maintenance yang tak kalah penting untuk diperhatikan.
Apalagi jika komponen non-maintenance tersebut sudah rusak. Jangan diabaikan!
Pasalnya, kerusakan mobil sering kali tidak terjadi secara mendadak.
Banyak kasus di bengkel resmi menunjukkan, gangguan besar justru diawali gejala ringan yang kerap diabaikan, seperti bunyi tidak normal, getaran berlebih, atau munculnya rembesan cairan.
Baca Juga:
Jangan Abaikan Ban Cadangan! Simak Tips Perawatan Agar Selalu Bugar Saat Dibutuhkan
"Komponen non-maintenance memang tidak memiliki interval penggantian tetap. Tetapi umumnya memberikan tanda sebelum benar-benar rusak. Jika gejala ini ditangani lebih awal, kerusakan lanjutan bisa dicegah dan biaya perbaikan tetap terkendali," jelas Roni Agung, Kepala Bengkel Astra Peugeot Cilandak, Jakarta Selatan.

Komponen kaki-kaki seperti lower arm, ball joint, dan tie rod juga patut diwaspadai
Jadi perawatan ini bukan berdasarkan kilometer, tapi kondisi aktual berbeda dengan komponen fast moving yang memiliki jadwal penggantian jelas, komponen non-maintenance diganti berdasarkan kondisi aktual.
Umur pakainya sangat dipengaruhi gaya berkendara, kondisi jalan, serta faktor usia material. Beberapa komponen yang perlu menjadi perhatian antara lain engine mounting.
Komponen ini berfungsi meredam getaran mesin agar tidak diteruskan ke kabin. Jika mulai aus, getaran mesin akan terasa lebih kuat, terutama saat idle atau perpindahan gigi.
Seperti pada komponen kaki-kaki, contoh lower arm, ball joint, dan tie rod juga patut diwaspadai.
Tanda awal keausan biasanya berupa bunyi saat melintasi jalan tidak rata, setir terasa kurang presisi, hingga keausan ban yang tidak merata.

Drive shaft menjadi komponen penting lainnya, perhatikan bunyi "tek-tek" saat berbelok
Wheel bearing juga termasuk komponen yang kerap luput dari perhatian. Kerusakan biasanya ditandai bunyi dengung yang meningkat seiring kecepatan kendaraan. Jika dibiarkan, kondisi ini dapat memengaruhi stabilitas dan kenyamanan berkendara.
Pada kendaraan berpenggerak roda depan, drive shaft menjadi komponen penting lainnya. Bunyi "tek-tek" saat berbelok atau getaran ketika akselerasi bisa menjadi indikasi awal keausan.
Kondisi boot pelindung drive shaft juga harus dipastikan tidak sobek agar pelumasan tetap optimal. Selang retak bisa picu overheat mendadak, selain itu juga kondisi selang (hose) kendaraan yang sering terabaikan, padahal bekerja dalam tekanan dan suhu tinggi.

Selang radiator misalnya, dapat mengeras, menggembung, atau retak seiring usia pemakaian
Selang radiator misalnya, dapat mengeras, menggembung, atau retak seiring usia pemakaian. Jika sampai bocor, risiko overheat dapat terjadi secara tiba-tiba.
"Selang yang sudah menunjukkan tanda penuaan sebaiknya diganti sebelum bocor. Tindakan preventif jauh lebih aman dibanding menunggu hingga terjadi kerusakan," kata Roni.
Hal serupa berlaku pada selang sistem AC maupun power steering hidrolik. Kebocoran dapat menyebabkan performa pendinginan menurun atau setir terasa lebih berat.
So pastikan kenali gejala-gejalanya yaa gaess.. jangan sampai boncos.

Yosi Setyo
















