OtoHub.co - Kini setelah beberapa tahun berjuang melewati masa krisis global dan peralihan tren kendaraan, lanskap bisnis dealer mobil kini menghadapi realitas baru.
Setelah beberapa dealer Honda tutup permanen di wilayah Jabodetabek, kini giliran dealer Daihatsu yang mulai rontok satu persatu.
Salah satu kabar yang paling menyita perhatian adalah tumbangnya beberapa jaringan dealer resmi Daihatsu di bawah Asco.
Dikutip dari beberapa laman Instagram dealer Asco Daihatsu sudah pamit kepada para pelanggan setia mobil Daihatsu.
Salah satunya akun IG @ascodaihastubekasitimur dan @ascodaihatsupsm yang mengabarkan, " Dear Sahabat Daihatsu, Terimakasih atas kepercayaan sahabat daihatsu yang telah melakukan perawatan di bengkel asco daihatsu pasar minggu. Per- 1 Juni 2026 kami menghentikan operasionalnya," tulisnya.
Baca Juga:
Penjualan Daihatsu Melonjak 11% Berkat Duo LCGC Sigra dan Ayla
Bahkan Asco Daihatsu di Surabaya dan Jember juga kena dampak penutupan dengan alasan yang sama dan kabarnya akan diganti dengan brand Chery Group.

Dealer Asco Daihatsu Pasar Minggu resmi pamit
Fenomena penutupan dealer ini memicu pertanyaan besar? Mengapa merek raksasa yang biasanya kokoh di posisi kedua penjualan nasional ini bisa ikut terdampak?
Ada sejumlah penyebab di balik penutupan dealer Daihatsu atau merek lain yang sudah duluan, salah satunya bisa disebabkan oleh:
1. Penurunan daya beli
Daihatsu sangat kuat di segmen mobil kompak dan Low Cost Green Car (LCGC) seperti Sigra dan Ayla. Segmen ini mayoritas konsumennya adalah kelas menengah dan first entry buyers.
Selain mobil listrik pada segmen ini sedang laris manis, ketika kondisi ekonomi nasional terguncang akibat inflasi, suku bunga kredit yang tinggi, dan pengetatan syarat leasing, kelompok masyarakat inilah yang paling pertama menunda pembelian mobil baru.

Dealer Asco Daihatsu Bekasi Timur resmi pamit
2. Efisiensi
Mempertahankan dealer yang sepi peminat di lokasi tertentu hanya akan membakar biaya operasional (overhead cost).
Langkah penutupan ini sering kali merupakan bagian dari restrukturisasi bisnis, menutup cabang yang tidak produktif dan memindahkan fokus ke digitalisasi atau wilayah yang lebih potensial.
3. Invasi Merek Baru
Pasar otomotif Indonesia kini kedatangan pemain-pemain baru, khususnya dari pabrikan China yang agresif menawarkan mobil listrik (EV) maupun mobil konvensional berfitur melimpah dengan harga yang sangat kompetitif.
Bisa jadi, alasan itulah yang menyebabkan konsumen saat ini memiliki lebih banyak pilihan.
Bertumbangan, siapa lagi nih?

Yosi Setyo
















