OtoHub.co - Perjalanan Libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) sudah mulai berlangsung hari Sabtu dan Minggu (20 dan 21 Desember 2025) lalu.
Baik itu mudik ke kampung halaman untuk merayakan Hari Raya Natal 2025, ataupun sekadar liburan ke luar kota.
Kementerian Perhubungan memprediksi ada 119,5 juta perjalanan, dengan mobil pribadi sebagai moda utama di libur Nataru tahun ini.
Jalan bebas hambatan atau tol masih menjadi prioritas untuk dilalui dengan menggunakan kendaraan pibadi.
Salah satunya melalui jalan tol Trans Jawa, dimana jalur yang bisa menghubungkan dari Merak sampai dengan Probolinggo.
Jalur ini dikenal sebagai salah satu koridor dengan tingkat kecelakaan tertinggi.
Pada musim liburan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 lalu, lebih dari separuh kecelakaan di jalan tol nasional terjadi di ruas ini.
Sebagian besar insiden diketahui disebabkan faktor pengemudi, sementara kondisi kendaraan menyumbang sekitar 22 persen, menunjukkan pentingnya kesiapan manusia dan kendaraan sebelum menempuh perjalanan panjang.
"Penyebab kecelakaan di jalan tol umumnya bersumber dari tiga hal utama: kondisi pengemudi, kondisi kendaraan, dan kondisi jalan. Human error memang berperan besar, tapi kondisi kendaraan yang tidak optimal juga bisa memperburuk dampak kesalahan pengemudi, terutama saat melaju dengan muatan berat dan kecepatan tinggi," ungkap Ahmad Juweni, National Sales Manager Truck and Bus Radial Hankook Tire Indonesia.
Baca Juga:
26 Jalan Tol Dapat Diskon Tarif 10%-20% Selama Libur Nataru 2025/2026, Ini Daftarnya
Hankook Tire, perusahaan ban global terkemuka, membagikan panduan berkendara aman bagi para pengemudi truk maupun kendaraan pribadi jarak jauh.
1. Lakukan pemeriksaan kendaraan secara menyeluruh.
Ikuti tekanan angin rekomendasi pabrikan. Tekanan angin yang tidak sesuai pada ban menghasilkan panas berlebih yang menyebabkan kerusakan pada ban.
Periksa juga sistem pengereman, rem yang aus biasanya menimbulkan suara gesekan atau berdecit, pedal terasa dalam, atau membutuhkan jarak lebih panjang untuk berhenti.
Kemudian pastikan seluruh lampu berfungsi untuk visibilitas malam hari, serta wiper bekerja dengan baik untuk kondisi hujan.
2. Gunakan teknik mengemudi yang aman di jalur panjang dan menurun.
Beberapa ruas tol seperti Semarang - Solo memiliki kontur naik turun yang membutuhkan pengendalian laju secara bertahap.
Gunakan engine brake untuk menahan kecepatan tanpa membebani rem utama. Lalu hindari pengereman mendadak yang dapat menyebabkan kehilangan daya cengkeram (rem fading).
Jaga jarak aman dengan kendaraan di depan, dan hindari berpindah jalur mendadak di jalur cepat.
3. Kenali titik lelah selama perjalanan.
Beberapa ruas di Tol Trans Jawa seperti KM 360370, KM 429, dan KM 570 dikenal sebagai titik lelah karena jalurnya panjang, lurus, dan monoton, terutama pada malam hari.
Kondisi ini kerap membuat pengemudi kehilangan fokus atau mengalami microsleep tanpa disadari.
Mengambil jeda secara berkala selama perjalanan malam sangat penting untuk menjaga fokus dan kewaspadaan.
Disarankan bagi pengemudi untuk berhenti setiap sekitar empat jam sekali, dengan durasi jeda sekitar 30 menit.
Jika mulai merasa mengantuk dan pandangan kabur, segera kurangi kecepatan dan arahkan kendaraan ke rest area terdekat untuk beristirahat.
Jangan memaksakan diri melanjutkan perjalanan meskipun jarak tujuan terasa dekat. Gunakan waktu istirahat minimal 30 menit untuk tidur singkat, mencuci muka, atau melakukan peregangan ringan.
4. Gunakan ban yang sesuai dengan beban dan kondisi jalan.
Pemilihan ban yang tepat berperan penting dalam menjaga stabilitas dan keselamatan, terutama untuk perjalanan jarak jauh dengan muatan berat.
Pilih ban dengan daya dukung beban (load index) yang sesuai dengan beban maksimum, karena angka ini menunjukkan kemampuan ban menahan beban.
"Kesiapan pengemudi dan kondisi kendaraan memang saling berkaitan. Namun dari sisi teknis, ban menjadi salah satu komponen paling krusial karena berperan langsung menjaga traksi, stabilitas, dan jarak pengereman kendaraan," tukas Ahmad.

















