OtoHub.co - Jagat dunia media sosial selain diramai soal isu kenaikan bensin, ada kasus Chery Tiggo Cross CSH yang terbakar hebat di Tol Jakarta-Cikampek (Japek) pada Selasa (31/3/2026).
Berkaitan dengan peristiwa terbakarnya Tiggo Cross CSH tersebut, PT Chery Sales Indonesia, pabrikan dan APM Chery di Indonesia akhirnya kasih klarifikasi ke publik.
Adapun klarifikasinya adalah: PT Chery Sales Indonesia (CSI) telah mengambil langkah terhadap insiden yang melibatkan salah satu unit Chery Tiggo Cross CSH pada tanggal 31 Maret 2026 di Kawasan Tol Jakarta-Cikampek.
Baca Juga:
Chery QQ Open Indent, Cuma Rp 200 Jutaan Siap Gebrak Pasar Indonesia Juli 2026?
Dalam kejadian ini pihak CSI telah memprioritaskan tahap investigasi awal bersama tim teknis di lokasi sesuai dengan standar dan prosedur inspeksi global.
"Berdasarkan kronologi, kendaraan tersebut dikendarai untuk keperluan pengantaran internal, dari dealer menuju area penyimpanan. Pengantaran ini merupakan proses yang tidak terkait pembelian atau perjalanan konsumen," tulis CSI.

Klarifikasi PT Chery Sales Indonesia Mengenai Insiden Tiggo Cross CSH
"Kami juga memastikan bahwa tidak terdapat korban jiwa dalam kejadian ini. Berdasarkan hasil investigasi awal, pengemudi menyampaikan bahwa kendaraan berfungsi secara normal tanpa adanya notifikasi error pada sistem dashboard, dan mulai menepi setelah melihat adanya asap."
Sumber insiden dan kemunculan asap teridentifikasi berasal dari area bagian depan kendaraan.
"Pada tahap investigasi ini, belum terdapat indikasi yang mengaitkan insiden dengan baterai maupun sistem kelistrikan, yang berada di bagian bawah kendaraan pada area tengah hingga belakang," jelasnya.

Chery Tiggo Cross CSH
Namun demikian, kemungkinan adanya faktor lain, seperti keterlibatan material eksternal atau benda asing di luar komponen produk, masih belum dapat dikesampingkan.
"Saat ini, tim teknis Chery tengah melakukan investigasi secara komprehensif. Chery akan bekerja sama penuh dengan para pihak terkait sejalan dengan komitmen kami terhadap keselamatan, kualitas produk, dan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku," tutupnya.

Yosi Setyo

















