OtoHub.co - Perjalanan Media Drive Wuling Eksion Exploring Family Journeys akhirnya finish di Jakarta.
Sebanyak 9 unit Wuling Eksion Plug-in Hybrid (PHEV) varian EX berhasil menyelesaikan perjalanan dari Yogyakarta menuju Jakarta melalui rute Pangandaran dan Bandung dengan total jarak tempuh 607,6 kilometer (10/6).
Melalui perjalanan ini, para peserta berkesempatan mengeksplorasi secara langsung teknologi Plug-in Hybrid yang dihadirkan pada SUV 7-seater terbaru Wuling dalam berbagai karakter jalan yang ditemui sepanjang perjalanan.
Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors mengatakan, "Jalur pesisir selatan Jawa yang dilalui selama kegiatan ini menghadirkan beragam kondisi berkendara yang memungkinkan peserta merasakan langsung bagaimana teknologi Plug-in Hybrid Wuling Eksion bekerja dalam berbagai situasi perjalanan."
Baca Juga:
Seberapa Tangguh Wuling Eksion? Kami Mengujinya di Pesisir Selatan Jawa

9 unit Wuling Eksion PHEV tipe EX susuri pesisir pantai Jawa
Start dari dari Kulonprogo Yogyakarta menuju Pangandaran dengan total jarak sekitar 211,6 kilometer, dilanjutkan perjalanan ke Bandung finish di 445,9 kilometer, dan ditutup di Jakarta Selatan dengan angak tertera di MID yaitu 607,6 Km.
Oiya selama perjalanan ini setiap etape menghadirkan karakter jalan dan situasi lalu lintas yang beragam.
Sepanjang perjalanan, peserta dapat merasakan bagaimana teknologi Ling Power bekerja secara cerdas dalam mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara.
Sistem Plug-in Hybrid ini memadukan mesin 1.5L dedicated hybrid engine, motor listrik berdaya 145 kW atau 195 dk dengan baterai berkapasitas 20,5 kWh.
Serta Dedicated Hybrid Transmission (DHT) untuk menghadirkan performa yang responsif sekaligus efisien dalam berbagai kondisi perjalanan.

Jalanan berbelok ke kiri kanan, jadi menu perjalanan kami dari Kulonprogo - Pangandaran ke Bandung
Yang menarik konfigurasi Driving Mode yang terdiri dari Eco, Normal, dan Sport, serta Energy Mode yang meliputi EV Max, EV First, Hybrid, dan Fuel Priority.
Saat OtoHub dibalik setir, kaki saat injak pedal gas mulai dari kondisi jalur Dandeles dan Pangandaran-Bandung yang punya jalur meliuk-liuk nan tajam power yang mengalir ke roda depan cukup sigap.
Tenaga nggak pernah habis, berkat teknologi hybrid yang disematkan, mulai dari pure electric, series hybrid pun dengan pararel hybrid. Alhasil perjalanan pun terasa mudah dan singkat.
Beragam pengaturan tersebut memungkinkan pengemudi menyesuaikan karakter kendaraan sesuai kondisi jalan maupun kebutuhan perjalanan, saat masuk dalam kota, saat kita setting ke mode EV juga bisa loh, jadi konsumsi bensinnya jadi irit.

Power Flow dari teknologi Ling Power buat Eksion PHEV asik banget dibawa jalan jauh
"Rekan media dapat merasakan langsung bagaimana teknologi Ling Power bekerja secara cerdas dalam mengatur penggunaan tenaga listrik dan mesin bensin sesuai kebutuhan berkendara," imbuh Danang Wiratmoko, Product Communication Manager Wuling Motors.
Ia menambahkan, selain itu, berbagai pengaturan yang tersedia memberikan fleksibilitas bagi pengemudi untuk menyesuaikan karakter mobil dengan jalan yang dilalui sehingga pengalaman berkendara tetap nyaman dan optimal sepanjang perjalanan.
Konsumsi BBM
Yang unik pada Eksion PHEV cara menghitung konsumsi bensin punya cara yang berbeda.
"Kalau di Eksion PHEV angka konsumsi BBM-nya dihitung per-50 Km, tujuannya memudahkan konsumen untuk melihat selama 50 Km terakhir itu sudah efisien atau belum dan medan yang dilalui tersebut menghabiskan konsumsi bensin berapa," ujar Danang.
"Jika ingin tahu hasil konsumsi bensin dari Eksion PHEV bisa kita lihat angka sisa range dibandingkan berapa banyak yang tadinya sudah diisi, modelnya dihitung secara manual lewat informasi yang ada di head unit atau full to full," jelasnya.

Kulonprogo Jogja ke Jakarta lewat jalur selatan hasilnya menempuh jarak 607,6 Km
Start dari Bandara YIA Kulonprogo finish di Jakarta selatan menempuh total jarak 607,6 Km. Sisa baterai masih bisa menempuh 32 Km.
Sedangkan sisa bensin 487 Km, kombinasi keduanya menjadi 519 Km, mampu meraih 18,9 km/liter.
Jika dengan kombinasi baterai terjadi penambahan yaitu mampu menempuh jarak 20,1 Km. Oiya dengan catatan hasil ini start dari Bandung ke Jakarta.
Nah terbukti seperti yang diungkapkan Danang, jika melihat setting konsumsi bensin per-50 Km pada Eksion PHEV hasilnya jadi berbeda, start dari Pangandaran finish di Bandung sejauh 445,9 Km.
Sisa baterai masih bisa menempuh 26 Km sedangkan bensin 657 Km, kombinasi keduanya menjadi 683 Km, konsumsi bensinnya meraih 20,7 km/liter jika dengan kombinasi baterai terjadi penambahan yaitu mampu menempuh jarak 24,3 Km.

Hasil konsumsi bensin dari Bandung ke Jakarta

Konsumsi bensin dari Pangandaran finish di Bandung, ingat ini selalu berbeda di interval 50 Km
Terbukti bahwa cara berkendara, kondisi jalan, kepadatan lalu lintas akan mempengaruhi hasil konsumsi bahan bakar.
Ling Power
Hadirnya teknologi Dedicated Hybrid Transmission (DHT) yang menjadi bagian dari sistem Ling Power (LP), turut berperan dalam menjaga distribusi tenaga tetap halus dan responsif sepanjang perjalanan.
Sekedar informasi, pada Eksion PHEV punya teknologi ini memungkinkan kendaraan menyesuaikan sumber tenaga yang digunakan secara otomatis sehingga dapat memberikan keseimbangan antara performa dan efisiensi dalam berbagai kondisi berkendara.

Finish Jakarta kena macet lagi hehe
Mengandalkan teknologi Ling Power yang memadukan mesin 1.5L dedicated hybrid engine, Dedicated Hybrid Transmission (DHT), dan baterai berkapasitas 20,5 kWh.
Sistem ini memungkinkan kendaraan menempuh jarak hingga 125 kilometer dalam mode listrik penuh dan memiliki total jarak tempuh lebih dari 1.000 kilometer (CLTC) dalam kombinasi tenaga bensin dan listrik.
Menarik untuk perjalanan luar kota.

Yosi Setyo

















