News Yosi SetyoYosi Setyo Kamis, 02 Juli 2026 12:00:00

Target 4 Juta Kiloliter Bioetanol, Pemerintah Ajak Akademisi Berkolaborasi

Target 4 Juta Kiloliter Bioetanol, Pemerintah Ajak Akademisi Berkolaborasi
Istimewa (onesolution.pertamina.com)

Ilustrasi etanol

OtoHub.co - Guna mempercepat implementasi Program E20 yang memadukan bensin dengan 20 persen etanol, Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia secara terbuka mengajak perguruan tinggi di seluruh Indonesia untuk berkolaborasi dalam pelaksanaan program strategis nasional tersebut.

Dalam implementasi Program E20, pemerintah memproyeksikan kebutuhan nasional mencapai 4 juta kiloliter (KL) bioetanol murni per tahun.

Angka tersebut dihitung berdasarkan total konsumsi bensin domestik yang berada di kisaran 40 juta KL per tahun.

Untuk memenuhi kebutuhan rantai pasok dalam skala besar itu, Bahlil meminta perguruan tinggi turut berperan dalam mengoptimalkan teknologi pengolahan komoditas nabati lokal, seperti tebu, singkong, dan jagung.

Baca Juga:

GAIKINDO Tanggapi Seluruh SPBU Wajib Jual Bioetanol E5 Mulai Juli 2026

Dikutip dari laman resmi kementrian ESDM, Bahlil mengatakan, "Saya mengajak pihak-pihak perguruan tinggi bersama berkolaborasi pada Program E20, negara yang akan menjadi opteker (penjamin pasar) untuk beli, karena E20 kita butuh 4 juta kiloliter."

Yosi Setyo/OtoHub.co

Keterangan di buku manual mobil Suzuki soal bahan bakar dicampur Etanol

"Jadi ini bisa kita bikin plasma inti dengan rakyat, ini jauh lebih jelas optekernya negara daripada kita impor dari Amerika atau Eropa," tegas Bahlil Lahadalia di depan para rektor dan guru besar yang hadir dalam acara Sarasehan Kebangsaan Konvensi Sains, Teknologi, dan Industri Indonesia (KSTI) 2026 di Jakarta, Sabtu (27/6).

Melalui pola kemitraan antara korporasi inti dan plasma rakyat, perguruan tinggi diharapkan dapat menjembatani kesenjangan antara hasil riset di laboratorium dan penerapannya pada skala industri nasional.

Related Article

Related Category