News Yosi SetyoYosi Setyo Jumat, 22 Mei 2026 12:58:47

Terungkap, KNKT Bongkar Peran Taksi Green SM dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi

Terungkap, KNKT Bongkar Peran Taksi Green SM dalam Kecelakaan Kereta di Bekasi
Istimewa

Kondisi taksi Green SM pasca tertabrak Kereta KRL di Bekasi

OtoHub.co - Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) mengungkapkan hasil investigasi terkait kecelakaan fatal yang melibatkan armada taksi Green SM yang kemudian menyebabkan terjadinya kecelakaan antara KRL Commuter Line dengan KA Argo Bromo Anggrek pada 27 April 2026 lalu.

Dikutip dari Dok. YouTube TVR Parlemen, Kepala KNKT Soerjanto Tjahjono menjelaskan kondisi taksi Green SM yang terlibat kecelakaan dengan KRL di Bekasi Timur.

"Taksi diketahui melaju dari arah utara menuju selatan di perlintasan Jalan Ampera sebelum akhirnya berhenti di atas rel," jelas Soerjanto.

Lalu, "Taksi Green SM yang tertabrak KRL di Bekasi Timur sempat berada di posisi netral atau N saat meluncur di jalur menurun menuju perlintasan Jalan Ampera" lanjut Soerjanto dalam rapat kerja bersama Komisi V DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Kamis (21/5).

Ia menambahkan, dari data onboard unit kendaraan, taksi awalnya berjalan normal dalam posisi drive atau D, sebelum berpindah ke posisi netral. Pengemudi disebut membiarkan kendaraan meluncur sambil mengerem ringan saat menuju rel kereta.

Baca Juga:

Investigasi KNKT, Penyebab Kecelakaan Transportasi Selain Faktor Manusia Ternyata Keabsahan Dokumen ini

"Pengemudi berusaha menginjak gas sampai 25%, namun kendaraan pada posisi N dan tidak bergerak dan tetap meluncur," kata Soerjanto. Jadi kendaraan terus meluncur hingga akhirnya berhenti di atas rel, imbuhnya.

Istimewa

Ketua KNKT Soerjanto Tjahjono

Setelah itu, transmisi sempat dipindahkan kembali ke posisi D, namun pengemudi tidak menginjak gas. "Posisi kendaraan juga sempat berada di P atau parkir saat pengemudi mencoba menyalakan dan mematikan mesin, sehingga mobil tetap tidak bisa bergerak," jelasnya.

"Kami telah memeriksa seluruh instrumen keselamatan di lokasi kejadian. Hasil investigasi menunjukkan bahwa palang pintu perlintasan, sirine, dan lampu peringatan semuanya berfungsi dengan normal. Pengemudi taksi diduga kuat melakukan kesalahan prosedur dengan memaksakan kendaraan tetap melaju saat kereta api sudah dalam jarak dekat," kata Soerjanto .

Atas temuan ini, KNKT memberikan rekomendasi mendesak kepada pihak manajemen Green SM untuk segera melakukan evaluasi total terhadap sistem pelatihan keselamatan para mitranya.

"Kami meminta operator angkutan umum, dalam hal ini Green SM, untuk memperketat pengawasan jam kerja pengemudi dan memastikan bahwa pemahaman regulasi perlintasan sebidang menjadi materi wajib yang diuji secara berkala," tegas Ketua KNKT.

Related Article

Related Category