OtoHub.co - Masih soal penumpukan kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta yang mengakibatkan macet parah sampai jalan tol beberapa hari ini.
Djaka Budhi Utama, Direktur Jenderal Bea dan Cukai mengatakan penyebab menumpuknya 10 ribu kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, adalah disebabkan penumpukkan kontainer milik dua perusahaan otomotif asal China, yaitu BYD dan Wuling.
"Karena kesulitan tempat di luar sehingga mereka mengingat cost lebih murah daripada di luar, mereka memanfaatkan itu. Mungkin ke depannya kita akan segera mendorong mereka ke lini dua, di tempat luar pelabuhan," ujar Djaka di DPR (17/6/2026).
Baca Juga:
Tren Penjualan Wuling Eksion EV dan PHEV Meningkat, Varian Mana Paling Laris?
Setelah BYD Indonesia memberikan klarifikasik, OtoHub juga minta tanggapan dari pihak Wuling Indonesia.
Mengenai pemberitaan mengenai penumpukan 10.000 kontainer di Pelabuhan Tanjung Priok, Ricky Christian, Marketing Director Wuling Motors, mengatakan "Kami telah memperoleh informasi tersebut pada hari ini melalui rekan-rekan media dan kami telah melakukan pengecekan bersama tim terkait (20/6)."
Ia melanjutkan, adapun kami dapat sampaikan, memang pada awal bulan Juni ini kami sempat mengalami gangguan operasional perihal pengangkutan kontainer dengan jumlah yang tidak terlalu banyak.
"Akan tetapi, kami telah berusaha untuk segera menyelesaikannya dan per tanggal 11 Juni lalu kami sudah menyelesaikan keseluruhan kontainer untuk keluar dari port. Kami berharap ini bisa menjadi respon atas pemberitaan yang ada," beber Ricky.
Sekedar informasi, jadi pihak Bea dan Cukai menduga terdapat praktik Arbitrase Biaya Logistik (logistic cost arbitrage) yang dilakukan oleh korporasi multinasional dengan cara mengorbankan kelancaran infrastruktur publik strategis negara. BYD dan Wuling memanfaatkan celah regulasi hak simpan gratis selama 3 hari di pelabuhan.

Yosi Setyo

















