OtoHub.co - Lagi heboh di jagad maya soal banyaknya pengguna mobil diesel yang ingin beralih ke BBM subsidi alias Biosolar.
Maklum, pasalnya harga BBM diesel non-subsidi lagi meroket imbas dari permasalahan geopolitik yang tengah memanas di Timur Tengah.
Perdebatan yang kerap muncul yaitu mengenai perlu tidaknya penyesuaian teknis ketika mobil diesel modern ingin beralih pakai Biosolar.
Salah satunya adalah perlu tidaknya delete atau tutup EGR (Exhaust Gas Recirculation) yang umumnya ada mobil diesel modern.
Ada yang bilang menutup EGR wajib, lantaran kalau pakai biosolar, gas buang jadi lebih cepat kotor, sehingga bakal bikin EGR gampang mampet.
Ada juga beralasan supaya power-nya tidak terlalu ngedrop, dan terkadang dibarengi dengan remap ECU.
Padahal kalau dilihat secara fungsi, EGR ini bertujuan untuk mengurangi emisi gas buang berbahaya, khususnya Nitrogen Oksida (NOx).

Ilustrasi EGR sudah mulai ditumpuki kerak karbon
Caranya, dengan mensirkulasikan kembali sebagian gas buang ke dalam ruang bakar melalui intake manifold.
Tak hanya itu, pada proses ini juga akan menurunkan suhu pembakaran, yang secara signifikan mengurangi pembentukan NOx.
Nah, kalau EGR-nya dimatikan, artinya emisi gas buang mobil diesel kalian jadi tidak bisa direduksi dengan maksimal.
"Kalau di luar negeri, ini mungkin akan jadi masalah karena aturan soal emisinya ketat. Sementara di kita (Indonesia, red) kan sampai sekarang aturannya masih belum jelas. Makanya banyak pengguna diesel yang cuek lakukan ini (tutup EGR)," bilang Sumarno, punggawa Masmun Sukses Motor di Wonogiri, Jawa Tengah.
Sebenarnya, lanjut pria yang pernah jadi trainer mekanik di salah satu pabrikan mobil Jepang ini, tanpa menutup EGR pun enggak masalah pakai Biosolar.
"Asalkan maintenance kendaraannya dijaga baik. Mulai dari filter solarnya diganti lebih cepat dari biasanya, yaitu per 5.000 - 10.000 km. Lalu pada periode tertentu (maksimal per 50.000 km) lakukan cleaning mesin, termasuk bersihkan EGR dan intakenya, juga sistem bahan bakar," tambahnya.
Selain itu, tetap mengaktifkan sistem EGR justru banyak keuntungannya.
"EGR ini juga membantu sistem pendinginan mesin dan turbo, karena sebagian gas buang dibelokkan ke intake," jelas Sumarno lagi.
Hal ini tentu akan berimbas kinerja turbo jadi lebih awet.

Andhika Arthawijaya


















