News Panji MaulanaPanji Maulana Kamis, 02 April 2026 18:30:00

Siap-siap, Pemerintah Mandatori Penerapan Biodiesel B50 Mulai Juli 2026

Siap-siap, Pemerintah Mandatori Penerapan Biodiesel B50 Mulai Juli 2026
Istimewa

Acara soft launching Biodiesel B50 di Kalimantan tahun 2024

OtoHub.co - Pemerintah akan mulai menerapkan kebijakan mandatori pencampuran bahan bakar nabati ke solar (biodiesel) sebanyak 50 persen (B50) pada solar pada Juli 2026.

Disampaikan oleh Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto yang mengatakan pemerintah sedang mempercepat implementasi program biodiesel B50 sebagai bagian dari upaya kemandirian dan efisiensi energi.

"Sebagai bagian dari upaya kemandirian energi dan efisiensi energi, pemerintah menerapkan kebijakan B50. Ini mulai berlaku 1 Juli 2026," kata Airlangga dalam konferensi pers Kebijakan Pemerintah dalam Mitigasi Risiko dan Antisipasi Dinamika Global secara daring dari Korea Selatan, Selasa (31/3/2026).

Airlangga menambahkan, "Implementasi B50 tidak hanya mengurangi ketergantungan pada energi fosil, tetapi juga memberikan dampak signifikan terhadap penghematan anggaran negara."

"Pertamina siap blending dan mengurangi BBM fosil 4 juta kilo liter. Ini dalam satu tahun. Dalam 6 bulan dari fosil dan subsidi biodiesel nilainya (penghematan) Rp 48 triliun," jelasnya.

Seperti diketahui penerapan bahan bakar nabati (BBN) jenis biodiesel sudah dilaksanakan saat ini di Indonesia, dengan kandungan 40% (B40).

Baca Juga:

Campuran Biosolar B40 Masih Lanjut, Ternyata Pertamina Sudah Ujicoba Biosolar 100 Persen

Sementara itu, biodiesel B40 tersebut juga sudah dipasarkan dengan nama Biosolar di SPBU Pertamina di seluruh Indonesia.

Sebelumnya, penggunaan biodiesel B15 diterapkan pada tahun 2015, B20 di 2019, B30 di 2022, B35 di 2023 dan B40 di 2025.

Istimewa

SPBU Pertamina sudah menyediakan bahan bakar Biosolar B40

"Kita soft launching hari ini, B50 ini sangat penting, sangat strategis. Ini bisa dijadikan politik ekonomi untuk dunia. Saya ulangi, ini kekuatan kita. Yang menjadi krisis dunia sekarang adalah pangan dan energi. Itu solusinya ada di Indonesia," ujar Andi Amran Sulaiman, Menteri Pertanian di acara Sof Launching Biodiesel B50 di Pabrik Biodiesel PT. Jhonlin Agro Raya, Batulicin, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, Minggu 18 Agustus 2024.

Sejak 2024 hingga kini, Biodiesel B50 yang akan diterapkan tiga bulan ke depan, sudah dilakukan pengetesan jalan oleh Kementerian ESDM.

Sekretaris Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan, dan Konversi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Harris, menyatakan uji coba jalan (road test) masih berlangsung.

"Tahap ini krusial untuk memastikan kesiapan teknis di lapangan sebelum program diterapkan secara luas," ujar Harris.

Target uji coba tersebut, seperti dilaporkan dari Kompas.com, adalah mencapai jarak 50.000 kilometer pada bulan Juni 2026. Hingga awal April 2026, pengujian telah menempuh jarak lebih dari 30.000 kilometer.

"Dari hasil sementara, performanya cukup positif. Salah satu indikatornya adalah interval penggantian filter yang justru menjadi lebih panjang," jelas Harris dalam Forum Diskusi Denpasar 12 yang disiarkan daring pada Rabu (1/4/2026).

Ia menjelaskan, hasil tersebut menjadi sinyal bahwa penggunaan campuran biodiesel 50 persen ke solar layak diterapkan secara luas, khususnya di sektor transportasi.

Pemerintah pun optimistis implementasi B50 dapat berjalan sesuai jadwal pada pertengahan tahun ini, seiring dengan progres uji teknis yang terus menunjukkan hasil positif.

Selain aspek teknis, kesiapan distribusi serta penyesuaian infrastruktur juga menjadi perhatian agar pelaksanaan program dapat berjalan lancar di seluruh wilayah.

Harris menambahkan, percepatan program ini tidak terlepas dari kebutuhan untuk mengurangi ketergantungan terhadap bahan bakar minyak (BBM) di tengah ketidakpastian global.

Siap-siap!

Related Article

Related Category