OtoHub.co - Kasus ini bergulir diawali dengan keluhan politisi senior Akbar Faizal terhadap mobil listrik BYD Seal Premium miliknya.
Setelah sempat viral di media sosial karena masalah kendaraan yang tak kunjung tuntas selama empat bulan, pihak PT BYD Motor Indonesia memberikan penjelasan resmi sekaligus mengonfirmasi bahwa masalah tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan.
Masalah ini mencuat ketika Akbar Faizal melalui akun media sosialnya (X dan Instagram) mengungkapkan kekecewaannya.
Ia membeli BYD Seal Premium pada Desember 2025 secara kredit melalui leasing Clipan Finance.
Baca Juga:
BYD Seal Oleng Joget, Politisi Senior Akbar Faizal Keluhkan Buruknya Pelayanan Aftersales
Namun, tak lama kemudian mobil tersebut mengalami masalah teknis pada bagian kaki-kaki yang ia istilahkan dengan "oleng joget" atau tidak stabil saat dikendarai.
Akbar merasa kecewa karena proses perbaikan di bengkel resmi dinilai lambat dan salah analisis, yang justru membuat kerusakan semakin parah.

Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia
Kondisi ini diperburuk dengan adanya miskomunikasi antara pihak dealer, asuransi dan perusahaan pembiayaan.
Atas peristiwa ini pihak BYD Motor Indonesia (BYD Indonesia), selaku APM di Indonesia langsung bergerak cepat untuk menyelesaikan masalah yang dialami BYD Seal milik politisi tersebut.
Kabarnya, pihak BYD Indonesia telah bertemu dengan konsumennya itu pada hari Senin (13/4/2026).
Luther Panjaitan, Head of Public and Government Relations PT BYD Motor Indonesia lewat pesan singkatnya menjelaskan update terkini setelah bermediasi langsung dengan pemilik mobil.
"Berdasarkan update terakhir dealer telah melakukan komunikasi dengan seluruh pihak terkait termasuk konsumen secara langsung," jelas Luther.
Ia menambahkan, "Kami mengapresiasi atas keterbukaan semua pihak dalam proses tersebut, sehingga kini telah mencapai penyelesaian secara baik dan damai antara konsumen, dealer, asuransi dan leasing."
"Kami juga akan terus mendorong dealer untuk mengedepankan respons yang cepat dan penanganan yang optimal dalam setiap keluhan konsumen," imbuh Luther.
Kasus ini menjadi sorotan penting bagi industri kendaraan listrik di Indonesia, terutama terkait pentingnya koordinasi antara APM dan pabrikan, dealer, asuransi, dan lembaga pembiayaan.
Buat BYD, insiden ini menjadi evaluasi untuk mempercepat respons teknis di level dealer agar masalah serupa tidak berlarut-larut di masa depan.
Oiya, pelajaran juga bagi pemilik kendaraan baik itu ICE atau listrik, disarankan untuk memberikan keterangan yang sebenar-benarnya agar tidak terjadi kesalahpahaman.
Clear nih ya!

Yosi Setyo


















