OtoHub.co - Memiliki mobil diesel modern (spek mesin common rail) memang memberikan sensasi bertenaga, torsi melimpah namun efisiensi bahan bakar yang jempolan.
Namun, di balik performa gahar tersebut, ada 'syarat mutlak' yang tidak boleh ditawar, yaitu kualitas bahan bakar.
Sejak diterapkannya standar emisi Euro 4 di Indonesia pada April 2022, spesifikasi mesin diesel mengalami perubahan signifikan yang membuatnya sangat sensitif terhadap kualitas solar.
Seperti, Mitsubishi Pajero Sport, Mitsubishi Triton,Toyota Kijang Innova Reborn, Toyota Fortuner, Toyota Hilux, Isuzu MU-X, Nissan Navara, GWM Tank 300 Diesel dan GWM Tank 500 Diesel
Contoh mesin Pajero berkode 4N15 MIVEC membutuhkan bahan bakar dengan kandungan sulfur rendah agar sistem turbo dan injektor tidak mampet.
Baca Juga:
Panjang Mana Usia Komponen Mobil Diesel Pakai Biosolar atau Solar Non-subsidi?
Lalu ada Fortuner dan Innova Reborn yang mengusung mesin seri GD (2GD-FTV atau 1GD-FTV) memiliki lubang injektor yang sangat kecil (mikron) yang mudah tersumbat oleh deposit sulfur tinggi seperti dari Biosolar.

Toyota Fortuner Diesel 2.8
Kandungan sulfur adalah penyebab utama kerusakan mesin mobil diesel. Bahan bakar non-subsidi memiliki kandungan sulfur yang jauh lebih rendah dibandingkan Biosolar (solar subsidi).
Jenis bahan bakar kandungan sulfur (ppm) rekomendasi Pertamina Dex maksimal 50 ppm. Atau sangat direkomendasikan (Standar Euro 4) Dexlite maksimal 1.200 ppm.
Nah resiko jika menggunakan solar subsidi, ada beberapa risiko jangka pendek dan panjang. Indikator sensor emisi akan mendekteksi pembakaran yang tidak sempurna adalah 'Check Engine' menyala.
Lalu kalau injektor sudah rusak, harga satu set injektor common rail cukup menguras kantong karena bisa mencapai belasan hingga puluhan juta rupiah.
Akibatnya jika mesin "Pincang", penumpukan kerak di ruang bakar membuat tenaga mesin drop dan suara mesin menjadi kasar.
Alhasil, EGR & Turbo Mampet, sistem sirkulasi gas buang akan tertutup jelaga hitam yang tebal.
Garansi Hangus
Hal yang paling sering terlupakan adalah masalah garansi resmi. Pabrikan seperti Toyota, Mitsubishi, dan Isuzu sudah menegaskan bahwa kerusakan mesin yang disebabkan oleh penggunaan bahan bakar yang tidak sesuai spesifikasi (di bawah standar Euro 4) dapat membatalkan klaim garansi.

Mitsubishi Pajero Sport Dakar 4x4
Sudah tahu yaa plus minusnya jika memakai solar subsudi atau non-subsidi.
Nah bagi Anda yang berencana meminang mobil diesel yang minum solar non-subsidi, berikut daftar rangkuman harga On The Road (OTR) Jakarta:
1. Mitsubishi :
Mitsubishi Pajero Sport
Exceed (4x2) MT: Rp 586.000.000
Exceed (4x2) AT: Rp 601.000.000
Dakar (4x2) AT: Rp 674.000.000
Dakar Ultimate (4x2) : Rp 728.000.000
Dakar Ultimate (4x4) : Rp 789.00.000
Mitsubishi Triton
Single Cab GLX 4x2 MT: Rp 325.000.000
Ultimate AT Double Cab (Varian Tertinggi): Rp 556.500.000
2. Toyota :
Fortuner, Kijang Innova Reborn, & Hilux
Toyota Fortuner (Diesel 2.4 & 2.8)
2.8 VRZ 4x2 A/T Non RSE (Spot Order) Rp 647.100.000
2.8 VRZ 4x2 A/T (Spot Order) Rp 652.800.000
2.8 VRZ 4x4 A/T Rp 758.400.000
2.8 VRZ TSS 4x2 A/T Rp 663.000.000
2.8 VRZ With GR Parts Aero Package TSS 4x2 A/T Two Tone Premium Color Rp 684.300.000

GWM Tank 500 Diesel
Toyota Kijang Innova Reborn
Innova 2.4 G M/T DSL Rp 417.800.000
Innova 2.4 G A/T DSl Rp 438.700.000
Toyota Hilux
Double Cab 2.4L E 4x4 M/T: Rp 456.300.000
Double Cab G 4x4 M/T : Rp 490.100.000
V 4x4 A/T : Rp 545.900.000
3. Isuzu
Isuzu MU-X 4x4 AT: Rp 658.000.000
4. GWM
GWM Tank 300 Diesel Rp 624.000.000
GWM Tank 500 Diesel Rp 799.000.000

Yosi Setyo

















